Jokowi Lagi Siapkan Proyek Jembatan Belah Laut Sebelum 2024

News - Redaksi, CNBC Indonesia
17 September 2021 08:15
Sambutan Presiden RI Jokowi pada Pertemuan Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia, 13 Sept 2021. (Tangkapan Layar Youtube/Biro Setpres RI)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintahan Joko Widodo berencana membangun jembatan membelah lautan sebelum 2024. Bukan Jembatan Selat Sunda seperti yang diinginkan presiden pendahulunya, tapi jembatan itu akan dibangun pada bagian barat Indonesia yakni Jembatan Batam - Bintan.

Jembatan ini memiliki panjang 7 km, saat sehingga akan mengalahkan jembatan Suramadu yang membelah selat Madura atau menghubungkan pulau Jawa (Surabaya) dengan pulau Madura sepanjang 5,43 km.

Rencananya jembatan ini akan dibangun bersama Investor Singapura, karena dibangun dengan skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).


Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga sedang melakukan pengkajian teknis dan finansial pada proyek ini. pemerintah nantinya juga akan memberi dukungan finansial agar proyek ini tetap feasible.

"Dalam evaluasi yang dilakukan oleh Ditjen Pembiayaan Infrastruktur, tidak bisa totalitas dibiayai oleh KPBU, tetapi harus ada porsi dibantu oleh Pemerintah. Porsi Pemerintah sekitar 30%," ujar Direktur Pembangunan Jembatan, Ditjen Bina Yudha Handita Pandjiriawan, dalam keterangan resmi.

Pada website Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, dipastikan konstruksi Jembatan Batam Bintan dimulai pada 2022. Hal ini disampaikan Gubernur Provinsi Kepri H. Ansar Ahmad kepada Kepala Staf Presiden Moeldoko saat meninjau landing point Jembatan Batam Bintan, Jumat (28/5).

Pemprov Kepri juga sudah menyiapkan anggaran Rp 50 miliar untuk pembebasan lahan sekitar proyek. Kepala Bidang Bina Marga Dinas PU Pemprov Kepri Yodi Yantari mengatakan terdapat 24 hektare lahan masyarakat yang akan dibebaskan.

Untuk diketahui rencana ini juga masih dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah RPJMD tahun 2021 - 2026. Dari pemerintah pusat juga memastikan bahwa proyek ini masuk dalam Proyek Strategis Nasional.

Jembatan Selat Sunda Di Ungkit Lagi Menteri Era SBY

Melansir Detikcom, waktu 2009 lalu, Gubernur Banten yang kala itu dijabat oleh Ratu Atut Chosiyah sudah memiliki hasil pra studi kelayakan Jembatan Selat Sunda.

Dari hasil pra studi kelayakan diungkapkan, rencana pembangunan JSS rencananya dibangun mulai 2009 - 2010. Pembiayaan dilakukan oleh pemerintah serta swasta.

Pada waktu itu Atut mengatakan panjang jembatan ini diperkirakan mencapai 29 - 30 km, dengan biaya investasi mencapai Rp 100 triliun.

"Menurut studi kelayakan anggaran proyek kurang lebih Rp 100 triliun. Tapi itu untuk infrastruktur pembangunan jembatan yang kurang lebih 29-30 km. Namun lahan yang adikembangkan kedua provinsi itu belum termasuk," kata Atut.

Namun rencana pembangunan jembatan itu masih gelap, meski pemerintah sudah menerbitkan Perpres No 86 Tahun 2011 tentang Pengembangan Kawasan Strategis dan Infrastruktur Selat Sunda (KSISS). Hanya saja rencana peletakan batu pertama juga tidak terlaksana, yang sempat direncanakan pada 2014.

Menteri Perekonomian era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Hatta Rajasa kembali menyinggung pentingnya pembangunan Jembatan Selat Sunda (JSS) yang menghubungkan pulau Jawa dan Sumatera. Adanya jembatan ini dianggap dapat mengoptimalkan keberadaan jalan tol Trans Sumatera.

"Potensi ini akan lebih optimal apabila Jembatan Selat Sunda dibangun sehingga akan mendorong migrasi industri di Jawa yang padat menuju ke Sumatera. Migrasi ini akan berdampak munculnya kawasan pertumbuhan ekonomi baru. Dengan demikian maka kita dapat mengatasi ketimpangan spasial antara wilayah," kata Hatta, mengutip Detikcom.

Jika JSS ini terbangun tentu akan menjadi jembatan terpanjang milik Indonesia, karena mengalahkan panjang jembatan Batam - Bintan, juga jembatan Suramadu.


[Gambas:Video CNBC]

(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading