Ohh.. Ternyata Segini Besaran 'Bantuan' Duit IMF di RI

News - Tim Redaksi, CNBC Indonesia
09 September 2021 16:03
International Monetary Fund (IMF) logo is seen outside the headquarters building in Washington, U.S., as IMF Managing Director Christine Lagarde meets with Argentine Treasury Minister Nicolas Dujovne September 4, 2018. REUTERS/Yuri Gripas

Jakarta, CNBC Indonesia - Indonesia kembali mendapatkan tambahan modal yang berasal dari Special Drawing Rights (SDR) dari Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF) pada Agustus 2021.

'Paket' tersebut diberikan IMF melalui cadangan devisa yang dikelola Bank Indonesia (BI). Pada Agustus lalu, cadangan devisa naik cukup drastis hingga US$ 144,8 miliar, dari sebelumnya US$ 137,3 miliar pada Juli.

Kenaikan cadangan devisa disebabkan karena tambahan alokasi umum hak penarikan khusus sebesar 4,46 miliar SDR atau setara US$ 6,31 miliar yang diterima IMF alias Rp 90 triliun.


Penyaluran modal tersebut diberikan bukan atas permintaan BI. IMF, memang memberikan bantuan modal tersebut kepada negara anggota sesuai kuota yang ditetapkan.

"Jadi ini bukan kebijakan yang spesifik diberikan IMF ke Indonesia dan kedua bukan karena permintaan kita yang khusus kita minta ke IMF dan ini sebagai refleksi kita tidak dalam mendesak," kata Kepala Departemen Internasional BI Doddy Zulverdi.

Lantas, berapa sih besaran dana IMF yang ada di Indonesia?

Mengutip Laporan Keuangan Tahunan BI Tahun 2020, saldo kuota NKRi di IMF sebesar SDR 4,648.400.000 atau setara Rp 94,4 triliun pada tanggal 31 Desember 2020 dan setara dengan Rp 89,3 triliun pada tanggal 31 Desember 2019.

Sementara itu, saldo Reserve Tranche Position (RTP) pada 31 Desember 2020 sebesar SDR 788.272.993 atau setara dengan Rp 16 triliun dan setara Rp 15 triliun pada 31 Desember 2019.

"Rekening IMF dalam rupiah disesuaikan nilainya berdasarkan kurs IMF tanggal 30 April. Bank Indonesia telah melakukan perkiraan penyesuaian rekening IMF dalam rupiah per 31 Desember 2020 untuk kuota dalam rupiah sebesar Rp 1,52 miliar.

Adapun posisi hak tarik khusus per 31 Desember 2020 sebesar SDR 1,114.593.820 atau setara Rp 22,6 triliun dan per 31 Desember 2019 sebesar SDR 1,115.069.159 atau setara dengan Rp 21,4 triliun.

BI sendiri memiliki hak tarik khusus di IMF (SDR holdings) yang merupakan potensi klaim Indonesia atas freely usable currencies milik anggota IMF lainnya dan pemegang SDR lainnya yang telah ditetapkan.

"SDR holdings tersebut timbul karena adanya lokasi hak tarik khusus atau pembelian SDR," tulis BI.

Mengutip laman IMF, IMF memang memberikan SDR kepada seluruh negara anggota sekitar US$ 650 miliar yang mulai berlaku pada 23 Agustus 2021.

Alokasi tersebut diharapkan bermanfaat bagi semua anggota untuk mengatasi kebutuhan global jangka panjang, serta memperkuat cadangan yang dimiliki negara.

Disamping itu dana tersebut juga diharapkan dapat mendorong ketahanan dan stabilitas ekonomi global. Dana ini juga diharapkan dapat membantu negara paling rentan dalam mengatasi dampak krisis Covid-19.

Indonesia sendiri hanya mendapatkan hak sebesar 0,98% dari total dana yang dialokasikan oleh IMF yakni SDR 47.943.


[Gambas:Video CNBC]

(cha/cha)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading