Mendag Lutfi Mau Avanza-Expander Sampai Emas RI 'Banjiri' UEA

News - Ferry Sandi, CNBC Indonesia
02 September 2021 16:22
Menteri Perdagangan M. Lutfi bersama Minister of State for Foreign Trade of UAE, H.E. Dr. Thani bin Ahmed Al Zeyoudi akan menggelar Konferensi Pers bersama mengenai Peluncuran Perundingan Perjanjian Indonesia-United Arab Emirates Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA). (Tangkapan Layar Youtube Sekretariat Presiden)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indonesia dan Uni Emirat Arab (UEA) resmi menjalin Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif (Indonesia-United Arab Emirates Comprehensive Economic Partnership Agreement/IUAE-CEPA).

Kedua negara bertekad menjadikan perjanjian ini untuk meningkatkan ekspor dari tiap negara. Menteri Perdagangan, Muhammad Lutfi, mengatakan ada beberapa komoditas ekspor yang menjadi fokusnya.

"Jadi ada beberapa item karena Indonesia sedang berevolusi dari negara penjual barang mentah setengah jadi menjadi negara penjual barang industri dan industri berteknologi tinggi. Saya bisa lihat beberapa item yang sangat penting, contoh perhiasan dan emas, dan perhiasan emas HS 82," kata Lutfi dalam konferensi pers, Kamis (2/9/21).


Selain itu, Lutfi juga ingin menjual kemudian kita ingin menjual basic metal seperti stainless steel ke pasar UEA. Padahal, UEA juga tercatat sebagai penjual alumina.

"Kita ingin bekerjasama untuk bagaimana kolaborasi untuk alumunium dan alumina," sebutnya.

Tidak ketinggalan, besarnya pasar otomotif UEA juga menjadi incaran. Selama ini Indonesia sudah banyak mengekspor mobil ke beberapa negara Asia Tenggara, seperti Toyota Avanza dan Mitsubishi Xpander, namun pasar Timur Tengah dan Afrika belum tergarap optimal.

"Dan terpenting kita ingin pasar UEA, pasar Afrika melalui UEA juga bisa menikmati industri otomotif. Sekarang sudah liat tanda-tanda otomotif masuk UEA tapi harapannya ke depan otomotif atau mobil akan juga merajai pasar otomotif UEA,"" jelasnya.

Dari sisi UEA, Minister of State for Foreign Trade UEA, Thani bin Ahmed Al Zeyoudi, juga menyadari beberapa komoditas Indonesia bisa masuk ke UEA, selain emas, alumina, dan otomotif

"Kelapa sawit sangat menarik dan akan menjadi tujuan kelapa sawit Indonesia," jelas Thani.


[Gambas:Video CNBC]

(wed/wed)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading