Sabar Yah, Ada Kabar Kurang Baik soal Kasus Covid-19 di RI

News - Redaksi CNBC Indonesia, CNBC Indonesia
27 August 2021 07:17
Unit Kristen TPU Tegal Alur, Jakarta Barat masih melayani pemakaman jenazah pasien Covid-19, Senin (1/2/2021). Sisah lahan yang tersedia untuk jenazah pasien Covid-19 di unit Kristen sudah sangat terbatas. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Administrator unit Kristen TPU Tegal Alur Haris Fadillah menjelaskan

Jakarta, CNBC Indonesia - Kasus Covid-19 di tanah air masih belum terkendali dengan tingginya penambahan kasus baru setiap harinya dan angka kematian yang masih tinggi. Indonesia pun kini berada di urutan 8 untuk total kasus kematian, yang setiap harinya bertambah lebih dari 1.000 orang.

Kementerian Kesehatan mencatat pada Kamis (26/8/2021) kasus Covid-19 tanah air bertambah 16.899 orang. Dengan begitu total kasus Covid-19 di tanah air mencapai 4.043.934 orang.

Kabar baiknya, pasien sembuh masih bertambah jauh lebih banyak dibandingkan kasus baru. Hari ini pasien baru bertambah 30.009 orang, sehingga totalnya 3.669.966 orang. Hal ini berpengaruh pada penurunan angka kasus aktif atau pasien yang membutuhkan perawatan menjadi 243.588 orang. Jumlah ini turun dibandingkan 14.089 orang dibandingkan kemarin.


Sayangnya, kasus kematian pun masih bertambah tinggi sebanyak 889 orang, menurun dibandingkan hari sebelumnya. Dengan begitu total kematian karena Covid-19 mencapai 130.182 orang.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebelumnya menyampaikan kabar terkini perkembangan Covid-19 di tanah air. Meskipun perkembangan kasus sempat menjulang tinggi, saat ini kondiisnya sudah jauh lebih baik.

"Kita dan juga negara lain di dunia menghadapi tekanan yang berat. Tapi Alhamdulillah perkembangan kasus Covid harian di negara kita membaik," kata Jokowi.

Jokowi menceritakan pada awal Februari, maret, April, Mei, dan Juni perkembangan kasus di Tanah Air menurun bahkan sempat hanya tercatat sekitar 2.633 kasus terkonfirmasi positif per hari.

"Tetapi karena varian delta, kemudian melompat naik. dan di 15 Juli sampai angka 56.000," kata Jokowi.

Kala itu, para ahli epidemiologi sempat mewanti-wanti kepada Jokowi perihal hal tersebut. Jika tak segera ditangani, kata dia, bukan tidak mungkin kasus harian bisa mencapai 400.000.

"Tapi Alhamdulillah setelah berada di titik 56.000, kemarin kita berada di angka 18.000," kata eks Gubernur DKI Jakarta itu,

Jokowi mengatakan, perkembangan positif kasus Covid-19 turut memberikan dampak positif pada tingkat keterisian rumah sakit (BOR). Angka BOR yang sempat menembus 92% dari total kapasitas, perlahan bisa diturunkan

Akademisi Institut 10 November Sonny B Harmadi mengatakan pandemi ternyata berpotensi menurunkan kualitas kesehatan masyarakat, bukan hanya karena Covid-19 tetapi juga penyakit lainnya. Hal ini memerlukan rehabilitas jangka panjang untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.

"Akan terjadi potensi penurunan kualitas masyarakat, karena selama kita harus konversi layanan dari rumah sakit non covid menjadi covid. Masyarakat juga mengurangi kunjungan ke faskes kaya vaksinasi. Hal ini membutuh rehabilitasi yang mahal," ujarnya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Jokowi: Kita Belum Tiba di Akhir Pandemi Covid-19!


(cha/cha)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading