Sarasehan 100 Ekonom

Andai Tak Ada PPKM, Jokowi: Wisma Atlet Kolaps!

News - Chandra Gian Asmara, CNBC Indonesia
26 August 2021 10:23
Jokowi di acara pembukaan sarasehan 100 Ekonom (CNBC Indonesia)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan saat ini tingkat keterisian ranjang rumah sakit (Bed Occupancy Rate/BOR) sudah jauh lebih baik. Beberapa waktu lalu, BOR naik tinggi sampai membuat fasilitas kesehatan kelimpungan.

"Secara nasional, Desember akhir tahun lalu (BOR) berada di angka 68%. Kemudian di Mei, pertengahan Mei, turun 29%," kata Jokowi dalam pembukaan Sarasehan Virtual 100 Ekonom 2021, Kamis (26/8/2021).

Namun dengan kehadiran virus corona varian delta, lanjut Jokowi, situasi sempat memburuk. Pada pertengahan Juli, BOR sudah hampir 80%, bahkan di beberapa rumah sakit mencapai 100% alias penuh sesak.


"Saya pakai patokan BOR di Wisma Atlet. September tahun lalu sempat 92%, turun, turun, di pertengahan Mei di angka 15%. Tapi melompat di akhir Juni 2021, bahkan mencapai 91%," tutur Jokowi.

Perkembangan itu membuat pemerintah kemudian menerapkan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. Sebab kalau tidak ada langkah pencegahan, Covid-19 akan semakin merajalela dan membuat sistem pelayanan kesehatan nasional lumpuh.

"Mungkin kalau diteruskan dua minggu dan kenaikannya tetap, sudah pasti Wisma Atlet kolaps," tegas Kepala Negara.

Kini kebijakan PPKM sudah menuai hasil. Penambahan pasien positif harian semakin berkurang dan pasien yang sembuh semakin banyak. Beban sistem pelayanan kesehatan nasional menjadi lebih ringan.

"Alhamdulillah, tadi pagi saya cek (Wisma Atlet) sudah berada di angka 12% BOR-nya," ujar Jokowi.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Jamin Pasokan & Harga Obat, Jokowi: Tidak Ada Toleransi!


(aji/aji)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading