Pertama Sejak Februari, Selandia Baru Muncul Kasus Covid Lagi

News - Linda Hasibuan, CNBC Indonesia
17 August 2021 14:25
Customers at a cafe enjoy lunch in the sunshine in Christchurch, New Zealand, Sunday, Aug. 9, 2020. New Zealand marked a 100 days of being free from the coronavirus in its communities Sunday, Aug. 9, with just a handful of infections continuing to be picked up at the border where people are quarantined. (AP Photo/Mark Baker)

Jakarta, CNBC Indonesia - Selandia Baru pada hari ini, Selasa (17/08/2021), melaporkan adanya kasus pertama Covid-19 setelah enam bulan sejak Februari bebas kasus Covid-19.

Mengutip Reuters, Selasa (17/08/2021), satu orang telah dinyatakan positif di kota Auckland.

Kementerian Kesehatan Selandia Baru mengatakan, hubungan antara kasus baru dan perbatasan maupun isolasi yang dikelola belum ditetapkan. Dalam sebuah pernyataan, Kementerian Kesehatan menambahkan, tambahan satu kasus tersebut tengah diselidiki.


Kasus Covid-19 terakhir yang dilaporkan di Selandia Baru adalah pada Februari 2021 lalu.

Unit Kesehatan Masyarakat Regional Auckland sedang menelusuri kontak-kontak yang terkait dengan pasien terinfeksi Covid-19 tersebut, seperti dikutip dari pernyataan resmi.

"Para menteri akan bertemu sore ini setelah informasi tambahan dikumpulkan untuk mengkonfirmasi tanggapan," tulis pernyataan tersebut.

Perdana Menteri Jacinda Ardern bergegas kembali ke ibu kota Wellington dari Auckland untuk menghadiri rapat kabinet tentang langkah-langkah selanjutnya, kata salah satu media TV lokal, TVNZ.

Selandia Baru telah menerapkan langkah keras dan respons lebih awal yang membantu mengekang Covid-19 di dalam negeri. Langkah tersebut membuat warga Selandia Baru hidup tanpa pembatasan sosial meskipun perbatasan internasionalnya sebagian besar tetap ditutup.

Negara tersebut melaporkan sekitar 2.500 kasus Covid-19 yang dikonfirmasi di seluruh negeri sejak pandemi tahun lalu. Sementara itu, dilaporkan terdapat 26 orang meninggal karena virus corona.

Pemodel Covid-19 dari Universitas Auckland Profesor Shaun Hendy, yang juga membantu pemerintah memodelkan kebijakan sebagai respons mencegah penyebaran virus, mengatakan warga Auckland harus mengambil tindakan pencegahan dan menganggap mereka telah terpapar virus.

"Jika ada hubungan ke perbatasan, maka ada kemungkinan kita telah menangkap wabah ini pada tahap awal. Jika tidak, maka akan ada lebih banyak kasus di luar sana. Dalam kedua kasus tersebut, kita harus bersiap untuk perubahan Tingkat Peringatan di Auckland, jika bukan bagian lain negara ini," kata Hendy di Twitter.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Tak Latah 'Damai dengan Covid', Selandia Baru Buka Diri 2022


(wia)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading