Ini Dia Sederet Ramalan Ngeri Soal Tsunami Besar di RI

News - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
17 August 2021 06:40
Cover Fokus, dalam, isi, panjang, Tsunami

Jakarta, CNBC Indonesia - Indonesia menghadapi ancaman tsunami besar di daerah selatan pesisir Pulau Jawa dan sekitarnya. Bahkan dalam prediksi terbaru, dampak gempa besar bawah laut bisa mencapai ke wilayah pesisir utara seperti Jakarta.

Diungkapkan oleh Heri Andreas, Kepala Laboratorium Geodesi Institut Teknologi Bandung (ITB), gempa memiliki kekuatan sangat besar. Gempa tersebut sedang dalam ujung siklus perjuangan atau earthquakes cycle.

Data dari Global Navigation Satellite System (GNSS) melaporkan terdapat akumulasi enegeri di bagian megathrust Selat Sunda hingga Pelabuhan Rarty. Selain itu juga ada di Parangtritis dan Pantai Jawa Timur di bagian selatan.


Diperkirakan saat gempa dengan kekuatan magnitudo 8,7 sampai 9.0, kemungkinan akan ada tsunami setinggi 20 meter.

Sementara di Jakarta, gelombang tsunami mencapai 1 hingga 1,5 meter. Ini lebih kecil dibandingkan dengan perkiraan tsunami yang terjadi di bagian selatan Jawa.

Heri dalam keterangannya menyoroti Jakarta yang wilayahnya sudah berada di bawah laut. Dengan egitu terdapat potensi tsunami yang lebih besar lagi.

"Namun demikian fakta saat ini pesisir Jakarta wilayahnya sudah ada di bawah laut hingga minus 1-2 meter, ini artinya potensi tsunami akan lebih besar. Berdasarkan hasil simulasi model, run-up tsunami dapat mencapai sebagian besar Pluit, Ancol, Gunung Sahari, Kota Tua hingga Gajah Mada. Kalau kita perhatikan modelnya ternyata nyaris menyentuh Istana," jelasnya, dikutip Selasa (17/8/2021).

Dalam pemodelan tersebut, Heri mengisyaratkan bawa tanggul Pantai atau laut di Jakarta memiliki peran penting. Dari menceggah banjir rob hingga melindungi wilayah ibu kota dari bahaya tsunami.

"Untuk itu kita harus mendukung pemerintah dalam mempercepat upaya pembangunan tanggul sepanjang pesisir Jakarta. Fakta ini mau tidak mau harus diungkap, meskipun terkesan menakut-nakuti," kata Heri.

Ramalan 2020
Sebelumnya peneliti ITB, Widiyantoro juga pernah mengungkapkan ramalan mengenai tsunami di Pulau Jawa bagian selatan pada tahun lalu. Yakni memprediksi adanya tsunami setinggi 20 meter di sana.

Berawal dari temuan pada 2016, ditemukan tsunami deposit atau jejak endapan bekas tsunami di Pangandaran Jawa Barat dari gempa yang cukup besar pada 1584-1596.

Dalam penelitian ditemukan di lokasi megathrust pernah berdampak sejumlah gempa kuat di bagian barat dan timur pulau Jawa. Serta dengan pemodelan diturunkan dari GPS anggota tim riset melakukan simulasi.

Widiyantoro menjelaskan simulasi bukan hanya tiga skenario. Namun tinggi tsunami akan semakin kecil ke arah timur dengan sumbernya berapa di sebelah barat.

"Simulasinya sebenarnya tidak hanya tiga skenario yang dilakukan, dan sebenarnya yang tepat maksimum 20 meter, dan semakin ke timur semakin kecil karena sumbernya di barat. Kalau bagian timur yang pecah, yang sebelah timur lebih tinggi dari yang barat," kata Widiyantoro, saat itu.

Skenario terburuk adalah sumber ada di sebelah barat, akan pecah bersama dengan yang ada timur. Tsunami 20 meter berada di sebelah barat, timur setinggi 12 meter dan bagian tengah sekitar 4,5 - 5 meter.

"Risetnya multi disiplin tetapi ujungnya skenario kalau megathrust terjadi. Inilah worst case scenario," ungkapnya.


[Gambas:Video CNBC]

(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading