Luhut Blak-Blakan Masih Ada Kelemahan Penanganan Pandemi!

News - Ferry Sandi, CNBC Indonesia
16 August 2021 09:55
Menko Marves Luhut B. Pandjaitan Saat Evaluasi dan Penerapan PPKM.  (Tangkapan Layar Youtube Sekretariat Presiden)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan terus menggencarkan 3T ( testing, tracing, treatment ) serta memaksimalkan fasilitas Isolasi Terpusat (Isoter) dalam penanganan Pandemi Covid-19. Namun, masih ada kelemahan dalam penanganan yaitu Isoter yang masih belum maksimal karena banyak warga masih isolasi mandiri (Isoman).

"Kelemahan kita itu karena isoman di rumah terlalu banyak. Kalau kena, paling bagus itu masuk Isoter. Karena di Isoter itu semua ada. Dokternya ada, makannya bagus, obatnya cukup, pemeriksaan lainnya bagus," kata Luhut saat mengunjungi beberapa Sentra Vaksinasi dan Pusat Isolasi Terpadu di Kabupaten Bogor, Jawa Barat kemarin (15/8).

Sejauh ini, tingkat persentase pasien isoman di Kabupaten Bogor ialah sebesar 51 persen. Untuk itu, Pemda Kabupaten Bogor diharap untuk lebih kooperatif dan meningkatkan kinerja, khususnya memaksimalkan fasilitas Isoter yang sudah disiapkan pemerintah agar pasien bisa lebih terpantau dan tertangani dengan baik.


Persentase kesembuhan pasien Isoter bisa mencapai 99.9 persen. Bahkan, di Buleleng tingkat kesembuhannya bisa mencapai 100%.

Salah satu lokasi pusat Isolasi misalnya di BPSDM Kemendagri Kemang yang sudah merawat 1.057 pasien. Dari jumlah tersebut, sebagian besarnya sudah sembuh, dan saat ini masih tersisa 4 pasien.

Selain isoter, proses vaksinasi juga harus terus dikebut.

"Kami sudah sepakat, Bu Ade (Bupati Bogor) harus bisa menyuntik (vaksin) 100.000 per hari. Diharapkan mulai minggu depan sudah mulai bisa," pungkas Luhut.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Menko Luhut Cermati Potensi Perpanjangan PPKM Darurat


(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading