Internasional

WHO Minta Negara-negara Setop Suntik Booster Vaksin Covid

News - Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
05 August 2021 08:00
The logo of the World Health Organization is seen at the WHO headquarters in Geneva, Switzerland, Thursday, June 11, 2009. The World Health Organization held an emergency swine flu meeting Thursday and was likely to declare the first flu pandemic in 41 years as infections climbed in the United States, Europe, Australia, South America and elsewhere. (AP Photo/Anja Niedringhaus)

Jakarta, CNBC Indonesia - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memberikan sebuah peringatan terbaru kepada negara-negara yang sedang menyuntikkan dosis booster kepada para warganya. Mereka meminta agar negara-negara tersebut menghentikan program itu sementara, setidaknya hingga September 2021.

Mengutip CNBC International, Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus berpendapat bahwa sebaiknya seluruh negara yang menyuntikan booster itu membagikan vaksinnya sementara waktu kepada negara yang mengalami defisit vaksin hingga mereka mampu untuk setidaknya memberikan vaksin kepada 10% populasinya.


"Kami membutuhkan pembalikan mendesak dari sebagian besar vaksin masuk ke negara-negara berpenghasilan tinggi, ke sebagian besar ke negara-negara berpenghasilan rendah," kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus pada konferensi pers.

Hal ini juga ditimpali penasihat senior WHO, Dr. Bruce Aylward. Ia menyebut ini akan membantu WHO dalam mencapai target40% populasi dunia tervaksinasi dari Covid-19 pada Desember mendatang.

"Gambaran besarnya di sini adalah sebagai kebijakan untuk tidak bergerak maju dengan booster sampai kita mendapatkan seluruh dunia pada titik di mana populasi yang lebih tua, orang dengan penyakit penyerta, orang yang bekerja di garis depan, semuanya dilindungi sejauh mungkin. dengan vaksin," kata Aylward pada briefing.

Para ahli berpendapat bahwa vaksinasi semua populasi dunia sangat penting untuk mengakhiri pandemi virus corona. Bila tidak, virus akan mencoba bermutasi kembali dan dapat menghasilkan varian yang lebih ganas seperti Varian Delta yang saat ini muncul.

"Seluruh dunia berada di tengah-tengah ini dan seperti yang telah kita lihat dengan munculnya varian demi varian, kita tidak bisa keluar darinya kecuali seluruh dunia keluar darinya bersama-sama, dan dengan perbedaan besar dalam cakupan vaksinasi, kita 'tidak akan bisa mencapai itu, " sebut Aylward.

Aylward juga menambahkan bahwa ini bisa saja diperpanjang hingga melewati September. Terutama bila masih ada negara-negara di dunia yang defisit vaksin.

"Saat ini, jika Anda melihat bagaimana vaksin digunakan secara global, tingkat penyerapan oleh negara-negara berpenghasilan tinggi, negara-negara berpenghasilan menengah ke atas, menyerap terlalu banyak pasokan global untuk negara-negara berpenghasilan rendah," kata Aylward.

Langkah itu dilakukan WHO setelah Israel mengumumkan akan memberikan dosis booster kepada populasi lansianya. Republik Dominika juga telah memberikan dosis booster kepada penduduknya. Di sisi lain negara seperti Haiti baru-baru ini mengamankan batch pertama dosis vaksinnya.

Di Indonesia sendiri suntikkan booster sudah mulai didistribusikan untuk tenaga kesehatan. Dalam suntikkan booster ini, pemerintah akan menggunakan vaksin mRNA seperti Moderna yang diterima dari bantuan AS.


[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading