Internasional

Korsel Kemasukkan Covid Varian Delta Plus, Apa Kabar Seoul?

News - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
04 August 2021 17:10
A medical worker takes samples from a man during a COVID-19 testing at a makeshift clinic in Seoul, South Korea, Monday, Dec. 14, 2020. South Korea was opening dozens of free COVID-19 testing sites in the greater Seoul area, as the country registered additional more than 700 new cases Monday amid a surge in infections. (AP Photo/Ahn Young-joon)

Jakarta, CNBC Indonesia - Gelombang keempat Covid-19 di Korea Selatan (Korsel) belum juga mereda. Akibat dipicu munculnya virus corona varian Delta terbaru, Delta Plus, pemerintah Korsel mempertahankan aturan Level 4 atau tingkat jarak sosial yang paling ketat di sejumlah kota dengan risiko tinggi.

Dilansir dari Korea Herald, pemerintah Korsel kini menegakkan aturan jarak sosial tingkat tertinggi di ibu kota Seoul, Kota Incheon, dan Provinsi Gyeonggi. Wilayah ini bersama-sama menyumbang 65% dari kasus yang ditularkan secara lokal yang dilaporkan Rabu (4/8/2021).


Secara rinci, area Seoul saat berada di bawah aturan jarak sosial Level 4 dengan sejumlah larangan tambahan. Termasuk larangan pertemuan pribadi tiga orang atau lebih setelah jam 6 sore.

Sementara area di luar Seoul berada di bawah aturan Level 3 dan memungkinkan orang untuk bertemu dalam kelompok hingga empat orang. Namun beberapa pemerintah daerah telah memberlakukan aturan Level 4 karena naiknya jumlah kasus di daerah mereka.

Aturan ketat ini dipastikan belum berakhir dalam waktu dekat. Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KDCA) menemukan mengkonfirmasi dua kasus pertama dari varian delta-plus di Negeri Ginseng pada Selasa (3/8/2021).

Kedua kasus tersebut ditemukan dari pasien yang telah divaksinasi lengkap. Mereka sebelumnya mendapat suntikan vaksin AstraZeneca.

"Infeksi tinggi mungkin terjadi dengan varian Delta Plus, meskipun sejauh ini tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa varian tersebut membuat vaksin Covid-19 kurang efektif," kata Kepala Tim Investigasi Epidemiologi KDCA Lee Sang-won.

Varian Delta sudah menjadi strain dominan Covid-19 di Korea. Strain yang bermutasi muncul pada 61,5% sampel pasien yang dianalisis minggu lalu, naik 13,5 poin persentase dari minggu sebelumnya.

KDCA mengatakan Korsel melaporkan 1.725 kasus baru, 1.664 ditransmisikan secara lokal dan 61 diimpor dari luar negeri, meningkatkan total kumulatif menjadi 203.926 pada Rabu.

Penambahan terbaru naik tajam dari 1.200 kasus yang dilaporkan sehari sebelumnya dan 1.218 kasus yang dilaporkan Senin. Korea juga melaporkan dua kematian yang menjadi total 2.106 kasus.

Sejak memulai peluncuran vaksinasi Covid-19 nasional pada akhir Februari, Korsel telah menyelesaikan vaksinasi pertama vaksin kepada 20,17 juta orang, atau 39,3% dari 51,3 juta penduduk. Sekitar 14,2% dari populasi telah divaksinasi lengkap.

Negara ini berencana untuk menyelesaikan dosis pertama vaksin untuk 70% populasi pada September dan mencapai kekebalan kelompok pada November.


[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading