Bikin Lega, Kasus Aktif Covid di DKI Makin Turun Drastis

News - Rahajeng Kusumo Hastuti, CNBC Indonesia
31 July 2021 20:30
Pekerja RSUD Tarakan menyiapkan velbed di tenda darurat di SDN Negeri 02 Cideng, Jakarta, Selasa (29/6). Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan kini menyiapkan tenda perawatan untuk pasien Corona di halaman IGD dan sekolah.Peminjaman lahan sekolah ini sudah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan DKI Jakarta. Tenda perawatan ini menyediakan 10 velbed. Sebelumnya, Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta menginstruksikan para direktur dan kepala rumah sakit se-DKI Jakarta menyediakan aula hingga tenda demi menampung pasien COVID-19. Arahan ini disampaikan dalam surat yang ditandatangani oleh Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti pada 21 Juni 2021. Salah satu poin yang dipaparkan adalah meminta rumah sakit mendirikan tenda darurat berkapasitas besar di ruang terbuka di lingkungan RS.(CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kasus Covid-19 di DKI Jakarta terus mengalami penurunan yang signifikan. Ini membuat ibu kota keluar dari masa-masa genting. Kini kasus aktif di Jakarta telah menurun hingga di bawah 20 ribu kasus atau tepatnya 17.850 orang, hingga Sabtu (31/7).

Penurunan kasus aktif ini juga didukung oleh penurunan kasus baru dan banyaknya pasien yang sembuh dari hari ke hari. Bahkan saat ini tingkat keterisian tempat tidur di RS Jakarta telah jauh menurun ke level 55%, padahal sebelumnya sempat mencapai di atas 90%.

Saat ini kasus aktif di Jakarta jauh lebih rendah dibandingkan provinsi lain yang sebelumnya mengalami ledakan kasus, yakni Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Kalimantan Selatan.


Provinsi dengan kasus aktif tertinggi yakni Jabar sebanyak 123.826 kasus, Jawa Tengah 57.147 orang, Jawa Timur 56.194 orang, Kalimantan Timur 23.281 orang.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan meski kasus aktif semakin menurun namun pandemi Covid-19 masih belum selesai karena masih ada 3 ribu kasus baru per hari. Saat ini positivity rate di Jakarta di level 15%, dan tingkat keterisian tempat tidur 70%.

"Positivity rate Jakarta masih di level 15% ini masih tinggi karena idealnya di angka 5%. Sementara itu, meski IGD telah terurai namun ICU masih cukup padat. Jangan kasih kendor jangan lengah dan jangan sampai momentum perbaikan ini berbalik karena buru-buru merasa senang dan berkegiatan bebas," kata Anies, Sabtu (31/7/2021).

Pada masa puncak kasusnya, kasus aktif di Jakarta mencapai 113 ribu orang dengan positivity rate 45% sehingga penularan di masyarakat sangat tinggi.

Turunnya kasus aktif dan meningkatnya angka kesembuhan membuat angka kematian akibat Covid-19 pun jauh berkurang.

Anies mengatakan tren pemakaman yang menggunakan protokol Covid-19 saat ini jauh berkurang dari 300-400 orang per hari, menjadi 150-200 orang per hari. Kasus meninggal dunia saat isolasi mandiri pun berkurang menjadi 5 kasus per hari, dari sebelumnya 75 kasus per hari.


[Gambas:Video CNBC]

(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading