PPKM Effect Memang Dahsyat, Penumpang MRT Ambrol Parah!

News - Emir Yanwardhana, CNBC Indonesia
30 July 2021 12:35
Pengunjung MRT duduk di bangku yang telah diberi stiker panduan jarak

Jakarta, CNBC Indonesia - Imbas dari penerapan PPKM level 4 berdampak besar terhadap jumlah penumpang Mass Rapid Transit (MRT) di DKI Jakarta. Selama Juli 2021 penurunan yang terjadi dibandingkan bulan sebelumnya mencapai 80%.

Direktur Utama PT MRT Jakarta, William Syahbandar mengatakan mulai dari pelaksanaan PPKM Level 4 pada 3 Juli jumlah penumpang rata -rata harian menurun. Pada bulan Juli rata-rata penumpang harian mencapai 4.450 orang per hari, turun 80% dari bulan Juni sebanyak 22.686 orang.

"Penurunan bulan Juli jauh dari bulan sebelumnya, 12 Juli ada STRP dan waktu itu hanya untuk perjalanan esensial, jadi lebih turun lagi. STRP ini efektif membatasi mobilitas masyarakat," kata William dalam Forum Jurnalis MRT, Jumat (30/7).


Tahun lalu dari target penumpang 100 ribu hanya tercapai 27 ribu penumpang. William memprediksi tahun ini lebih tergerus, ia pesimistis target 65 ribu penumpang dapat tercapai dalam tiap bulan.

Adapun kebijakan yang dilakukan perusahaan seperti penutupan stasiun entrance, perubahan waktu operasi yang lebih pendek dari jam 6.00 WIB - 20.30 WIB untuk upaya optimalisasi PPKM level 4.

Saat ini juga belum ada hitungan kerugian penurunan jumlah penumpang. Tapi dengan penurunan ridership ini menurutnya bisa terkompensasi dari pendapatan non-fare box (di luar tiket penjualan). Yang terdiri dari lima komponen mulai dari periklanan, ritel, telekomunikasi, dan digital ticketing, dan kerja sama penamaan stasiun.

Targetnya dari pendapatan non fare box ini bisa mencapai Rp 450 miliar pada tahun ini, meningkat dari capaian tahun lalu Rp 382 miliar. Hingga bulan Juli pendapatan dari sektor ini sudah tercatat sebesar Rp 258 miliar.

"Tahun lalu yang menyelamatkan MRT itu dari bisnis non-fare box, karena tahun lalu ridership kita sudah menurun juga, tapi pendapatan non - fare box meningkat," jelasnya.

Sementara dari pendapatan fare box atau penumpang pada tahun ini diperkirakan hanya Rp 40 miliar. Menurut William pendapatan ini sangat berkurang jika dibandingkan tahun sebelumnya. Sehingga total pendapatan dari lini operasi diperkirakan pendapatan MRT sampai akhir tahun sekitar Rp 490 miliar.

Jika ditambah subsidi public service obligation (PSO) dari pemerintah, sekitar Rp 800 - Rp 900 miliar, total pendapatan MRT seluruhnya mencapai Rp 1,29 triliun - Rp 1,39 triliun. Pendapatan tahun ini meningkat jika dibandingkan tahun lalu sekitar Rp 1 triliun, imbas dari proyeksi naiknya peningkatan non fare box.

"Ini baru perhitungan sementara bukan hitungan pasti pendapatan, fare box Rp 40 - 50 miliar, non fare box Rp 400 - 450 miliar, sementara dari subsidi Rp 800 - 900 miliar," jelasnya.


[Gambas:Video CNBC]

(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading