Jokowi Bicara RI 'Multi Bencana': Ribuan Gempa Setahun

News - Chandra Gian Asmara, CNBC Indonesia
29 July 2021 13:32
Pernyataan Presiden Jokowi tentang Perkembangan Terkini PPKM Darurat, Istana Merdeka, 25 Juli 2021. (Tangkapan Layar Youtube Sekretariat Presiden)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indonesia memiliki risiko bencana hidrometeorologi yang tinggi. Kejadian bencana tersebut bahkan hampir setiap tahunnya meningkat secara frekuensi maupun intensitasnya.

Hal tersebut dikemukakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat memberikan pengarahan dalam Rakorbangnas Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) secara virtual, Kamis (29/7/2021).

"Frekuensi dan intensitasnya meningkat, bahkan melompat. Kita bahkan mengalami multibencana dalam waktu bersamaan," kata Jokowi.


Jokowi mencontohkan misalnya seperti gempa bumi selama periode 2008 hingga 2016 rata-ratanya mencapai 5.000 hingga 6.000 kali dalam setahun. Angka tersebut, bahkan terus meningkat seiring berjalannya waktu.

"Pada 2017 meningkat menjadi 7.169 kali dan pada 2019 jumlahnya meningkat signifikan menjadi lebih dari 11.500 kali," katanya.

Tak hanya itu, Jokowi mengatakan fenomena cuaca ekstrem dan siklon tropis juga terus meningkat secara frekuensi maupun intensitasnya. Pun demikian periode saat fenomena El Nino atau La Nia.

"Periode ulang terjadinya El Nino atau La NIna pada periode 1981 - 2020 cenderung semakin cepat dua sampai tiga tahunan dibandingkan periode 1950 - 1980 yang berkisar 5 sampai 7 tahunan," jelasnya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Kenapa Tsunami Dahsyat Bisa Datang ke Jakarta? Ini Kata BMKG!


(cha/cha)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading