Satgas: Kasus Covid Jawa Turun kecuali Jateng, DIY dan Bali

News - Redaksi CNBC Indonesia, CNBC Indonesia
29 July 2021 11:55
Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari Malaysia tiba di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (22/7/2021). Para Tenaga Kerja Indonesia (TKI) atau pekerja migran Indonesia (PMI) di luar negeri menjadi salah satu kelompok paling rentan masuk di lingkaran pandemi Covid-19. Para pekerja migran sebelumnya sudah melalui serangkaian prosedur prokol kesehatan serta terkonfirmasi negatif covid-19. Setibanya di Indonesia mereka pun harus mengikuti prosedur yang ada di bagian kedatangan Internasional di Bandara Soekarno-Hatta. Sebanyak 63 pekerja migran dibawa ke RSD. Wisma Atlet, Kemayoran untuk menjalani karantina selama delapan hari. Setelah itu mereka dapat pulang ke daerah asalnya masing-masing. Para pekerja migran berasal dari Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, NTB, Sumut, Lampung dan Bali.  (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Satuan Tugas Penanganan Covid-19 mencatat perkembangan kasus Covid-19 di Pulau Jawa mulai menunjukkan penurunan kecuali di Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Bali.

Data Satgas Penanganan Covid-19, seperti dikutip CNBC Indonesia, Kamis (29/7/2021), memang menunjukkan adanya penurunan. Namun, perkembangan kasus di Jawa Tengah, Yogyakarta dan Bali masih dalam tren kenaikan.

"Untuk empat provinsi sudah ada tren penurunan. Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Banten," kata Ketua Bidang Data dan Teknologi Informasi Satgas Penanganan Covid-19 Dewi Nur Aisyah, sepert dikutip, Kamis (29/7/2021).


"Mungkin di Jawa Tengah, Jogja, dan Bali ini masih sedikit tren kenaikannya masih terlihat" jelasnya.

DKI Jakarta misalnya, berhasil mencatatkan penurunan kasus aktif selama 13 hari berturut-turut dari puncak kaus aktif yang hampir menembus 113 ribu kasus, hingga kemarin 35.084 orang.

Bila dicermati, ada 2 hal yang menyebabkan kasus aktif bisa turun secara agresif. Pertama, intervensi pada hulu dengan melakukan testing dan tracing guna mencegah penularan. Jakarta masih terus melakukan testing terbanyak di Indonesia bahkan porsinya mencapai lebih dari 25% dari seluruh provinsi.

Contohnya, dalam sepekan terakhir ada 201.294 orang yang melakukan tes PCR di Jakarta. jumlah ini hampir 20 kali lipat dari standar WHO untuk Jakarta yakni 10.645 orang. Dengan testing ini maka proses karantina dan isolasi pasien Covid-19 bisa dilakukan lebih dini dan tidak menularkan lebih lanjut.

Alhasil, jumlah kasus baru di Jakarta turun dalam 3 hari terakhir dan merupakan yang terendah dibandingkan Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Meski demikian, perlu diwaspadai karena kasus harian mulai meningkat kembali. Kemarin ada 5.525 kasus baru Covid-19 di Jakarta, sementara 2 hari sebelumnya 3.527 kasus dan 3 hari lalu 2.662 kasus. Adapun total konfirmasi positif sejak awal pandemi hingga saat ini mencapai 804.027 orang.

Kedua, adalah intervensi pada sisi pengobatan atau treatment. Jakarta menambah banyak kapasitas rumah sakit serta fasilitas isolasi terpusat. Jumlah RS yang menjadi rujukan Covid-19 mencapai 140 unit. Sementara fasilitas isolasi terus bertambah seperti Rusun Pasar Rumput dan Nagrak.

Intervensi ini memperlihatkan kasus kesembuhan yang sangat tinggi di Jakarta dan melampaui kasus baru secara harian. Kemarin jumlah kasus kesembuhan di Jakarta kembali melesat dengan bertambah 11.040 orang. Totalnya ada 757.091 orang yang dinyatakan negatif Covid-19 di Ibu Kota.

Intervensi pada pengobatan juga serta merta mengurangi kasus kematian Jakarta yang lebih rendah dibandingkan dengan Jawa Tengah dan Jawa Timur. Kemarin, ada 69 pasien meninggal sehingga totalnya menjadi 11.852 orang.


[Gambas:Video CNBC]

(cha/cha)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading