Pemda Harus Kejar Testing Covid-19 Sesuai Target Inmendagri

News - Rahajeng Kusumo Hastuti, CNBC Indonesia
28 July 2021 20:43
Dewi Nur Aisyah - Anggota Tim Pakar Gugus Tugas Nasional Percepatan Penanganan Covid-19

Jakarta, CNBC Indonesia- Demi mempercepat penurunan kasus Covid-19, Satgas Penanganan Covid-19 meminta pemerintah daerah (Pemda) untuk mencapai target testing sesuai Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri). Masih banyak provinsi dan kabupaten/kota yang belum mencapai target sesuai Inmendagri.

Ketua Bidang Data dan Teknologi Informasi Satgas Penanganan Covid-19, Dewi Nur Aisyah mengatakan beberapa daerah sudah mencapai target testing dan tracing, namun sejumlah daerah lainnya masih harus ditingkatkan dengan menambah sumber daya manusia (SDM).

"Salah satu tantangan kita adalah SDM. Kita lihat SDM-nya cukup atau tidak terutama untuk melaksanakan tracing," ujarnya, dalam talkshow bertajuk Covid-19 Dalam Angka: Evaluasi PPKM, Rabu (28/7/2021).


Menurutnya, pemerintah sudah membahas untuk kembali memanggil atau merekrut para relawan tracing. Selain itu, pemerintah juga memberdayakan personel TNI dan Polri untuk membantu kegiatan tracing.

"Ini masih berjalan. Kalau ideal, tentu saja belum mencapai ideal seperti 1:15 atau 1:10 belum sampai ke sana. Tapi itu tetap berproses maka saya bilang usahanya tidak boleh disetop, tidak boleh berhenti," tandasnya.

Menurut Dewi, sekalipun kondisi pulau Jawa dan Bali sudah membaik namun bukan kegiatan tracing harus selalu digencarkan.

"Justru kita harus genjot tracing untuk memastikan tidak ada lagi lonjakan kasus yang mengakibatkan kebutuhan terkait pelayanan kesehatan semakin tinggi," katanya.

Dalam kesempatan yang sama Dewi mengatakan dalam sepekan terakhir tingkat kepatuhan protokol kesehatan di luar Jawa dan Bali masigh mengkhawatirkan. Temuan Satgas Covid-19, angka cakupan ketidakpatuhan kelurahan/desa dengan angka paling tinggi justru di Sulawesi.

Lebih rinci ada ada 46,39% kelurahan dan desa yang ada di pulau Sulawesi dengan warga yang tidak menggunakan masker. Begitu juga dengan ketidakpatuhan dalam menjaga jaga jarak sebesar 42,75%.

"Kita lihat juga yang cakupan kelurahan/desanya kurang patuh itu ada juga di Maluku dan Papua ini sama, ketidakpatuhan menggunakan masker 45% dan jarak jaga 38,86%," jelasnya.

Adapun secara nasional, Dewi menjelaskan, per tanggal 25 Juni 2021 dari analisis pihaknya, ada 72,71% kelurahan atau desa di Indonesia dengan kepatuhan di atas 75% untuk menggunakan masker. Artinya masih ada 27,29% kelurahan/desa dengan kepatuhan rendah.

"Masih ada PR 27,29% kelurahan dan desa yang harus kita dorong untuk memakai masker, ini levelnya nasional kita ingatkan lagi secara nasional angkanya, kepatuhan menjaga jarak secara nasional kelurahan/desa sudah cukup baik di atas 75% PR-nya ada sekitar 28,49% dengan kepatuhan yang rendah ini kondisi terakhir," paparnya.


[Gambas:Video CNBC]

(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading