Jokowi Targetkan Jawa-Bali Capai Herd Immunity September 2021

News - Monica Wareza, CNBC Indonesia
17 July 2021 17:00
Presiden RI pada Ratas Evaluasi PPKM Darurat, Istana Merdeka, 16 Juli 2021. (Dok: Biro Pers - Sekretariat Presiden)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Joko Widodo menargetkan Pulau Jawa Bisa mencapai kekebalan kelompok (herd immunity) pada akhir Agustus atau paling lambat pada pertengahan September 2021 mendatang.

Hal ini disampaikan Jokowi dalam Ratas Evaluasi PPKM Darurat di Istana Merdeka, Jumat (16/2021), dikutip dari akun Youtube Sekretariat Presiden.

Target mencapai herd immunity ini perlu dikejar dengan meningkatkan jumlah tingkat vaksinasi di beberapa daerah di Pulau Jawa. Saat ini baru DKI Jakarta yang mencapai 72% rate vaksinasi, sedangkan provinsi lainnya masih tertinggal.


"Kemudian provinsi mana yang harus kita fokuskan, menurut saya tiga, yaitu Jawa barat, Jawa Tengah, Banten. Karena ini baru 12% Jawa Barat, Jateng 14%, Banten 14%," kata dia.

"Sehingga Jawa segera masuk ke immunity kita harapkan di bulan Agustus akhir atau paling lambat Pertengahan September. Tapi kalau program tanpa stok itu berjalan, saya kira akhir Agustus ini bisa selesai," lanjutnya.

Selain Pulau Jawa, Jokowi juga menyinggung bahwa Bali telah mencapai 81% dosis vaksin yang disuntikkan untuk warganya. Sehingga menurut dia, Bali juga sudah akan masuk dalam herd immunity.

Untuk mendorong jumlah vaksinasi ini, dia menegaskan untuk mendorong kecepatan vaksinasi vaksinasi per hari menjadi lima juta per hari. Setelah sebelumnya Indonesia bisa mencapai 2,3 juta dosis per hari.

"Sehingga ada kecepatan. Karena salah satu kunci kita menyelesaikan masalah ini adalah kecepatan vaksinasi. Ini sesuai dengan yang disampaikan Sekjen WHO," tandasnya.

Pada kesempatan yang sama Jokowi geram dengan banyaknya stok vaksin yang masih menumpuk dan tak kunjung disuntikkan ke masyarakat. Mengingat jumlah vaksin yang telah masih ke RI masih sangat timpang dengan jumlah vaksin yang telah dipergunakan.

"Tolong dilihat betul angka-angkanya karena yang saya melihat data yang masuk, baik itu berupa vaksin jadi maupun bulk yang sudah masuk ke negara kita sudah 137 juta. Padahal yang sudah disuntikkan dalam vaksinasi itu kurang lebih 54 juta," kata Jokowi.

"Artinya stok yang ada baik mungkin di Bio Farma maupun di Kementerian kesehatan atau mungkin di provinsi, di kabupaten, di kota, di rumah sakit, di Puskesmas-Puskesmas terlalu besar," tambahnya.

Untuk itu Jokowi meminta Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin untuk segera menghabiskan stok yang ada.

"Tidak ada stok untuk vaksin. Artinya dikirim langsung habiskan, kirim langsung habiskan, kirim langsung habiskan," tegasnya.


[Gambas:Video CNBC]

(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading