Internasional

Ramai Media Asing Beritakan Covid RI, dari AS hingga Korut

News - Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
15 July 2021 07:55
Makam Covid-19 di TPU Rorotan, Jakarta (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto) Foto: Makam Covid-19 di TPU Rorotan, Jakarta (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kenaikan kasus corona (Covid-19) RI jadi perhatian media asing. Ramai-ramai media dari Amerika Serikat (AS) hingga Korea Utara (Korut) menjadikan Indonesia sebagai topik utama.

The New York Times misalnya, memuat pemberitaan soal lonjakan kasus RI dan mengaitkannya dengan kemungkinan episentrum corona baru di global. Mengutip ahli epidemiologi lokal media asing tersebut menulis bagaimana kasus harian di RI terus mencatat rekor baru.


"Berdasarkan data tiga hari terakhir, saya dapat mengatakan dengan jelas bahwa Indonesia telah menjadi episentrum baru di dunia," tulis New York Times mengutip Dicky Budiman, ahli epidemiologi Indonesia di Griffith University Australia, Rabu (14/7/2021).

Media internasional lain, Reuters, menyoroti dua hal di RI. Yaitu pecahnya rekor penambahan kasus harian dan kurangnya suplai oksigen.

Dalam memberitakan rekor harian, Reuters menyebut rekor terus pecah selama 10 hari terakhir. Catatan hari Selasa misalnya, merupakan kenaikan tujuh kali lipat dibandingkan bulan lalu.

"Satgas Covid-19 mengumumkan 47.899 kasus baru, rekor harian keenam dalam 10 hari terakhir dan naik sekitar tujuh kali lipat dari sebulan lalu, dengan total infeksi sekarang mencapai 2,6 juta," tulis media itu.

Mengenai oksigen, media yang berkantor pusat di Inggris itu juga menuliskan pernyataan Menkes RI Budi Gunadi Sadikin yang menyebut ada kenaikan signifikan yang saat ini perlu dipenuhi.

"Yang terjadi adalah peningkatan yang signifikan. Yang dulu 400 ton, sekarang menjadi 2.000 ton," lapor media itu mengutip pernyataan Budi Gunadi.

Laporan kekurangan oksigen RI juga dimuat Associated Press (AP) yang berbasis di New York, AS. Dalam pemberitaan itu mereka mengutip pernyataan Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana mengenai kondisi ketersediaan oksigen di kota itu.

"Orang yang panik membeli tabung oksigen padahal belum membutuhkannya," kata Mulyana.

"Itu menyebabkan pasokan oksigen habis," lanjutnya.

Tak hanya dari Barat, media dari Korea Utara (Korut) pun ikut mengabarkan mengenai situasi penanganan Covid-19 di Indonesia. Dalam streaming Youtube pada 9 Juli lalu, media asal negeri Kim Jong Un, Korea Central TV, melaporkan Indonesia sedang mengalami lonjakan kasus yang tinggi, bahkan menampilkan situasi penumpukan pasien di RSUD Bekasi.

Indonesia sendiri mengalami lonjakan infeksi Covid-19 dalam beberapa hari terakhir. Kemarin, Rabu (14/7/2021) Indonesia mencatatkan rekor tertinggi kasus Covid-19 dengan 54 ribu lebih infeksi harian.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Alert! Ini Dia Isi Pesan Lengkap WHO untuk Indonesia


(sef/sef)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading