Bukan Iseng, Pengusaha Jual Hotel Karena Memang Lagi Susah!

News - Ferry Sandi, CNBC Indonesia
14 July 2021 11:50
Maulana Yusran  Sekjen PHRI (Tangkapan Layar Youtube )

Jakarta, CNBC Indonesia - PandemiĀ Covid-19 yang belum juga berkesudahan memaksa pengusaha untuk berpikir lebih keras demi bertahan. Tidak sedikit pengusaha hotel yang harus menjual beragam aset hotel untuk bisa bertahan. Bahkan, jika itu tidak cukup membantu, maka menjual hotel sekaligus menjadi jalan lain.

"Kondisinya sangat sulit. Jadi fenomena umum secara fakta memang seperti itu sisi hotel. Fenomena di marketplace bisa dilihat banyak juga yang menjual karena ketidakmampuan," kata Sekjen Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Maulana Yusran kepada CNBC Indonesia, dikutip Rabu (14/7/2021).

Ia tidak menyanggah yang terjadi di marketplace bukan sekadar kehebohan atau keisengan semata. Kesulitan finansial dalam setahun terakhir memaksa pengusaha untuk menjual aset hotelnya via marketplace, bukan hanya antarjaringan sesama pelaku usaha perhotelan. Tujuannya demi menjangkau lebih banyak calon pembeli.



Namun, menjual hotel bukan pekerjaan mudah saat ini. Mengingat posisi yang sulit, bargaining position dari pemilik bakal lebih rendah dari investor baru. Karenanya, harganya pun bisa turun.

Di situs 99 misalnya, ketika mencari hotel dijual maka muncul lebih dari 300 hotel. Itu hanya di wilayah DKI Jakarta. Misalnya Nomad Hostel Hotel Kemang Luas 1.000 meter persegi yang dibanderol Rp 39 miliar. Ada juga hotel bintang 2 di Mangga Besar Jakbar yang kini memiliki harga Rp 17 miliar

Alhasil, banyak pengusaha mulai kewalahan untuk bertahan di tengah situasi sulit saat ini. Tidak sedikit yang akhirnya harus mengangkat bendera putih sebagai tanda menyerah, utamanya di beberapa sektor yang paling terdampak seperti perhotelan. Pengusaha hotel pun memperkirakan bahwa ada potensi ancaman yang lebih besar dari kondisi saat ini.

"Pasti lah. Jadi nggak bisa bangkit lagi. Kalau cacat permanen risikonya sudah tahu, serapan tenaga kerja dan sebagainya pasti akan amburadul. Sementara Covid-19 belum tahu kapan selesai, apa yang terjadi nanti di tahun 2022? Itu jadi pertanyaan besar," kata Maulana.



[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Heboh Hotel-hotel di Surabaya-Bandung Diobral Murah, Ada Apa?


(miq/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading