Saat Pandemi Pengusaha Ini Sukses Jual Sepatu ke Luar Negeri

News - Lynda Hasibuan, CNBC Indonesia
13 July 2021 20:46
Pekerja menyelesaikan pembuatan sepatu gunung di workshop sepatu gunung mokzhaware di kawasan Pondok Aren, Tangerang Selatan, Senin (7/6/2021). Bahan yang digunakan terbuat dari bahan baku kulit Nubuck. Dalam sehari pabrik ini bisa memproduksi 50 pasang sepatu. Usmar Ismail (42) mendirikan sebuah brand lokal di bidang fashion sepatu sekitar tahun 2016 lalu. Ada tiga hal penting yang harus diperhatikan para pengusaha untuk bisa bertahan di tengah pandemi covid-19, yang pertama adalah terus melakukan inovasi dan tanggap terhadap kebutuhan market online,

Jakarta, CNBC Indonesia - Pandemi Covid-19 hampir membuat sejumlah usaha dan bisnis seperti jalan ditempat. Hal ini tentunya juga dirasakan oleh pengusaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Kendati demikian, tidak semua pengusaha gigit jari. Buktinya, ada pelaku usaha yang tetap bisa bangkit dengan memanfaatkan teknologi lewat e- commerce yakni Uda Irman.

Pria asal Ciomas, Bogor, Jawa Barat itu mendulang cuan saat pandemi COVID-19 dengan menjual produk sepatu wanita bermerek Pollenzo. Tidak tanggung-tangung, kreasinya ini bahkan sampai menembus pasar ekspor.


Awalnya, Uda Irman mulai merambah bisnis sepatu ke dunia digital dengan modal seadanya pada tahun 2015. Ia yakin usahanya bisa berkembang semua itu berkat doa dan dukungan ibunya.

Saat itu, pendekatan bisnis masih diawali secara massal di semua media sosial dengan penjualan kurang lebih 10 transaksi per harinya, dan pemacu semangat utamanya adalah saat Uda Irman melihat teman-temannya bisa mendapatkan pesanan yang banyak.

Setelah berupaya mencari tahu, banyaknya pesanan ini dibantu melalui sebuah platform e-commerce yaitu Shopee. Ia pun langsung bersemangat untuk membangun bisnisnya lebih besar lagi bersama Shopee.

Perjalanannya selama kurang lebih lima tahun bersama Shopee berhasil membuahkan hasil yang sangat baik, di mana usaha sepatu rumahannya yang berawal dari satu gudang kini berkembang menjadi 3 gudang di daerah Bogor, dan juga berhasil menciptakan lapangan kerja untuk karyawan yang lebih banyak lagi dari awalnya 5 orang hingga kini menjadi 25 orang.

"Perjalanan saya dari awal buka di Shopee hingga sekarang memang luar biasa, jika dibandingkan dengan awal buka, sekarang penjualan saya sudah naik 20 kali lipat. Tidak bisa di pungkiri saya juga dibantu sama Shopee untuk menaikkan penjualan dan mendapatkan eksposur dengan fitur yang ada di Seller Center," kata Uda Iman saat acara media briefing Pollenzo, Selasa, (13/7/2021).

Ia mengatakan ketika pandemi datang dan mengguncang bisnisnya, Program Ekspor Shopee adalah bentuk eksposur yang sangat bermanfaat untuk tetap membuka peluang di tengah masa sulit seperti ini.

Bisnisnya kini mendapatkan order ekspor perdananya dua tahun yang lalu, dan terus mencatatkan penghasilan tambahan untuk usaha rumahan setiap harinya dari luar negeri. Kini, ia telah berekspansi di Singapura, Malaysia, Thailand dan Vietnam.

"Program ekspor ini memainkan peranan penting terutama untuk UMKM lokal seperti saya agar terus naik kelas. Ini jadi kebanggaan tersendiri melihat produk sepatu saya dari Ciomas kini sudah terbang mendunia, sekaligus tantangan bagi saya untuk bisa menciptakan model-model sepatu baru agar dapat terus dipercaya," ungkap ia.

Uda Irman mengaku, ia telah merasakan manfaat dari keikutsertaan toko online- nya dalam rangkaian program dan fitur yang diadakan oleh Shopee. Mulai dari flash sale, diskon ongkir, promo iklan, voucher toko, promo kampanye.

Selain mengikuti berbagai fitur yang ada, dia menekankan bahwa penting juga untuk terus belajar memahami produk, berinovasi agar dapat mengatur strategi bisnis. Serta memikirkan keberlangsungan bisnis, karena keikutsertaan Pollenzo dalam program-program ini telah terbukti menjaring pangsa pasar baru.

"Memulai usaha itu tidak semudah membalikkan telapak tangan dan butuh proses. Harus sabar, konsisten, fokus dengan tujuan, dan yakin dengan diri sendiri. Kita harus siap dengan quality control terbaik dan juga buktikan bahwa produk dalam negeri juga bisa berkembanh dan tidak abal-abal," papar ia.


[Gambas:Video CNBC]

(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading