Maaf! Demam Sepeda Lipat Brompton End, Kelar Sampai di Sini

News - Rahajeng Kusumo, CNBC Indonesia
11 July 2021 08:12
Brompton folding bicycles are displayed in the front window of the brand's store in Covent Garden, central London, during England's second coronavirus lockdown, Friday, Nov. 20, 2020. The team at Brompton Bicycles company thought they were prepared for Britain's Brexit split with Europe, but they face uncertainty about supplies and unexpected new competition from China, all amid a global COVID pandemic. (AP Photo/Matt Dunham)

Jakarta, CNBC Indonesia- Minat masyarakat terhadap kegiatan bersepeda khususnya pada sepeda lipat merek Brompton kini mulai turun. Ini berbeda ketika di awal pandemi Covid-19.

Sebelumnya, banyak orang yang berbondong-bondong membeli sepeda merek Brompton ini yang tergolong cukup mahal harganya.  Padahal, ketika tengah digandrungi harga sepeda mereka ini pun meningkat berkali-kali lipat.


Ketika pamor Brompton memuncak, beberapa merek ikut memproduksi dengan model yang mirip. Namun, harga yang ditawarkan jauh lebih murah. Hal ini secara tidak langsung membuat nilai Brompton asli kena dampak.

"Cuma sesaat doang begitu. Yang pakai ada rasa bangga pada saat itu, tapi udah lewat, trennya musiman. Awal-awal iya luar biasa [hype tinggi], sekarang sudah turun, anggapannya udah nggak spesial," kata Pengurus Komunitas Sepeda Kemayoran Jakarta, Ahok kepada CNBC Indonesia, dikutip Minggu (11/7/2021).

"Waktu itu Brompton banyak ditiru merek-merek yang lebih murah. Lagian orang-orang yang mampu beli udah pada punya," lanjutnya.

Selain itu, ada sebagian goweser yang tetap memilih jenis sepeda non lipat sebagai 'kiblat'. Dia mencontohkan, orang yang biasa menggunakan sepeda balap (road bike) akan merasa aneh ketika menggunakan sepeda lipat karena performa dan kecepatan jauh dari road bike.

Namun, di komunitas KSKJ, semua jenis sepeda diterima dan bisa menjadi bagian dalam komunitas. "Kan ada orang yang nggak tertarik pindah ke sepeda lain, misal tetap di road bike ya sudah males lah coba jenis sepeda lain," katanya.

Saat ini sepeda Brompton di pasar bekas dan baru pun turun tajam. Di segmen pasar baru yang semula bisa mencapai di atas Rp 50 jutaan, kini harganya berkisar Rp 30 juta hingga Rp 40 jutaan untuk beberapa jenisnya.

"Harga baru kisaran Rp 36 juta," kata Ketua Asosiasi Pengusaha Sepeda Indonesia (Apsindo) Eko Wibowo Utomo kepada CNBC Indonesia. Misalnya harga Brompton M6L Raw Lacquer, beberapa bulan lalu sempat mencapai Rp 41 juta, namun kini harganya di kisaran Rp 37 juta.

Begitu pun dengan M6R BE Color dari semula Rp 43 juta menjadi Rp 39 juta. Sementara M6R BE Lacquer yang semula kisaran Rp 46 juta saat ini kembali ke angka Rp 42 juta.

Sebagai catatan, sepeda Brompton adalah sepeda pabrikan Brompton Bicycle, produsen seli yang berkantor pusat di Greenford, London, Inggris, dengan produk utama Brompton dan aksesorisnya. Perusahaan ini didirikan oleh Andrew Ritchie pada 3 Juni 1976.

Berikut harga sepeda Brompton teranyar yang dilansir dari e-commerce Tokopedia:

Brompton M6L Fcb Cloud Blue Rp. 36,5 Juta

Brompton M3L Signal Orange Rp 34 juta

Brompton S6L Racing Green Battery Lightning Rp 33 juta

Brompton Bike B75M3E Water Blue Original Rp 33 juta

Brompton B75 Water Blue tipe M3E Classic Rp 28 juta

Brompton Black Edition NEW S, M, dan H model L / R 6 Speed Rp 39 juta

Brompton NEW Tipe S, M, H, 2 dan 6 speed Model E, L, R Rp 34 juta

Brompton M6R Graphite Metallic Premium Color Rp 37,5 juta

Brompton M6R Black Glossy Black Rp 38 juta


[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading