Warga antre untuk mengisi ulang tabung oksigen di Jalan Swadarma Raya, Kelurahan Ulujami, Kecamatan Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Rabu (7/7/2021). (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)
Lonjakan kasus Covid-19 beberapa hari terakhir ini membuat kebutuhan oksigen melambung tinggi sehingga membuat sejumlah tempat pengisian oksigen kehabisan stok. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)
Penuturan warga yang membeli, harga untuk isi ulang tabung oksigen kecil sebesar Rp. 50.000. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)
Sejumlah warga mengantre dengan membawa tabung kecil dan ada juga yang membawa tabung gas besar untuk diisi ulang. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)
Sebelumnya, pemerintah beberapa kali mengubah alokasi produksi oksigen untuk medis, awalnya hanya dijatah 60% dari produksi. Namun, sempat berubah jadi 80% untuk medis, lalu terbaru mulai serius menjadi 100% produksi oksigen untuk medis di tengah ledakan kasus Covid-19. Dampaknya beberapa sektor industri harus menerima kenyataan terganggu produksinya. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita meminta kerjasama dari industri agar rela jatah oksigennya dialihkan kepada kebutuhan medis. Saat ini, kebutuhan oksigen masyarakat sedang tinggi-tingginya seiring peningkatan kasus Covid-19. Pihak yang membutuhkan bukan hanya rumah sakit, namun masyarakat yang isolasi mandiri. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)
Sebagian industri membutuhkan gas oksigen untuk menjalankan proses produksinya. Oksigen digunakan dalam produksi baja, plastik, tekstil dan beberapa industri lainnya. Tanpanya, produksi bisa terhambat dan mengakibatkan kerugian, tentu, ini menjadi pilihan tidak mudah. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)
Sebelumnya, Kemenperin menentukan skema rasio penggunaan oksigen 60:40 antara kebutuhan medis dan kebutuhan industri. Namun, kini seluruhnya dialihkan untuk kebutuhan medis karena kondisi yang kian kritis. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)