Internasional

Duh, Korut 'Diserang' Patah Hati Berjamaah karena Kim Jong Un

News - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
28 June 2021 06:35
In this photo provided by the North Korean government, North Korean leader Kim Jong Un claps his hands at the ruling party congress in Pyongyang, North Korean, Sunday, Jan. 10, 2021. Kim was given a new title, “general secretary” of the ruling Workers’ Party, formerly held by his late father and grandfather, state media reported Monday, Jan. 11, in what appears to a symbolic move aimed at bolstering his authority amid growing economic challenges. Independent journalists were not given access to cover the event depicted in this image distributed by the North Korean government. The content of this image is as provided and cannot be independently verified. Korean language watermark on image as provided by source reads:

Jakarta, CNBC Indonesia - Semua orang di Korea Utara (Korut) kini dikabarkan 'patah hati'. Mereka sedih lantaran pemimpin negeri itu, Kim Jong Un, mengalami penurunan berat badan.

Hal ini dikatakan seorang warga Pyongyang, di sebuah media pemerintah, sebagaimana dikutip Reuters, Minggu (27/6/2021). Katanya, melihat Kim Jong Un kurus membuat sedih warga.

"Melihat sekretaris jenderal yang dihormati (Kim Jong Un) tampak kurus sangat menyakitkan hati rakyat kita," tegas pria itu dalam sebuah wawancara yang disiarkan oleh lembaga penyiaran negara Korea Central Television (KCTV).


"Semua orang mengatakan bahwa air mata mereka menggenang," katanya.

Penampilan terbaru Kim Jong Un terbaru memang direkam KCTV awal Juni ini. Fisik Kim Jong Un terlihat lebih ramping.

Meskipun dia mengenakan celana panjang dan kemeja hitam yang serasi, pakaian itu tampak lebih kecil dari biasanya. Ini pun menimbulkan banyak spekulasi, apalagi ia tak hadir dalam perayaan ulang tahun pendiri negara itu, Kim Il Sung 15 April.

NK News, situs berita Korut berbasis di Seoul, menganalisis jam yang dipakai Kim. Media itu meyakini pergelangan tangan diktator tersebut lebih rampung.

Tali gesper jam tangan US$ 12.000 yang digunakan Kim disebut tampak lebih panjang. Ini berbeda dari penampilannya di November 2020 dan Maret 2021.



Korut kini tengah menghadapi ancaman pangan. Ini akibat persediaan makanan hancur karena topan taifun tahun lalu.

Menurut Korean Development Institute, Korut pada 2020 memproduksi 4,4 juta ton gandum. Angka ini turun dari 240 ribu ton dari tahun 2019.

Lebih lanjut, lembaga itu menyebut 1,35 juta warga Korut terancam kelaparan hebat. Tak hanya itu sebuah laporan oleh Organisasi Pangan dan Pertanian PBB juga mengonfirmasi bahwa negara itu kekurangan 860 ribu ton bahan makanan.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Misterius! Penyebab Kim Jong Un Kurus & Buat Korut Patah Hati


(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading