Corona 'Meledak', Sri Mulyani Soroti Kemunculan Varian Baru!

News - Cantika Adinda Putri, CNBC Indonesia
21 June 2021 21:43
Sri Mulyani dalam acara konferensi pers  APBN KITA edisi Mei 2021. (Tangkapan layar Youtube Kemenkeu RI)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mewaspadai adanya pertambahan kasus lonjakan Covid-19, seiring adanya varian baru Covid-19 di Indonesia.

Pada Senin (21/6/2021) tercatat tambahan kasus sebanyak 14.536 kasus, memecahkan rekor sebelumnya yang tercatat pada 30 Januari 2021 sebesar 14.518 kasus. Secara akumulatif ada 2.004.445 kasus positif Covid-19 di Indonesia hingga hari ini.

Sri Mulyani mengatakan, kenaikan kasus positif di Indonesia yang telah mencapai lebih dari 13 ribu dalam satu hari ini bisa mempengaruhi kondisi perekonomian, terutama pada kuartal II-2021. Jenis varian baru virus corona juga, kata dia perlu diwaspadai.


"Bulan lalu proyeksi pada kuartal II adalah 7,1-8,3% dan seiring Covid-19 maka proyeksi lebih ke rentang batas bawah atau lebih rendah," jelasnya dalam konferensi pers APBN Kita, Senin (21/6/2021).

"Munculnya varian baru, jadi tantangan kita semua. Ada hal positif yang harus dimonitor dengan kewaspadaan seperti varian baru Covid-19 dan penularannya lebih cepat masuk ke anak-anak balita yang terkena," katanya melanjutkan.

Selama kegiatan masyarakat belum normal, maka 'roda' ekonomi tidak akan berputar kencang. Oleh karena itu, kata Sri Mulyani, saat ini pemerintah sedang mengejar target vaksinasi hingga 1 juta per hari untuk bisa meminimalisir kondisi yang terjadi.

"Presiden harapkan 1 juta per hari. Ini butuhkan kerja sama semua pihak. Seluruh resources kita vaksinasi dan skala mikro. Untuk vaksinasi Kemenkes, Pemda, TNI, Polri dimobilisasi," jelasnya.

"Dengan konteks Covid-19 ini dari sisi tren global maupun nasional ada hal optimisme dan ada risiko yang harus diwaspadai," kata Sri Mulyani.


[Gambas:Video CNBC]

(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading