Warga menunggu antrian untuk mengisi ulang tabung oksigen di luar pabrik oksigen milik pribadi di Kabul, Afghanistan. Dilansir dari Associated Press, para pejabat kesehatan mengatakan Afghanistan kehabisan oksigen dengan cepat saat gelombang ketiga Covid-19 menimpa negara tersebut. (AP Photo/Rahmat Gul)
"Situasinya di luar kendali dengan produksi oksigen saat kapasitas permintaan penuh," kata Ketua Kamar Industri dan Pertambangan Afghanistan, Sakhi Ahmad Payman. (AP Photo/Rahmat Gul)
Di seluruh negeri, Afghanistan memiliki 30 pabrik penghasil oksigen. Namun semuanya tidak mampu memenuhi permintaan. (AP Photo/Rahmat Gul)
Warga Afghanistan yang sangat membutuhkan oksigen menggedor pintu beberapa pemasok oksigen di ibu kota Afghanistan, memohon agar tabung kosong mereka bisa diisi untuk orang-orang terkasih yang terinfeksi Covid-19 saat jalani isolasi mandiri. (AP Photo/Rahmat Gul)
Afghanistan pun kini menerima sumbangan dari sejumlah negara. Sebanyak 900 tabung oksigen diberikan Iran Sabtu (19/6/2021). Ini bagian dari 3.800 tabung yang dijanjikan Teheran untuk dikirimkan ke Kabul minggu lalu. (AP Photo/Rahmat Gul)
Jumlah infeksi 24 jam Afghanistan terus naik, dari 1.500 per hari pada akhir Mei menjadi lebih dari 2.300 per hari minggu ini. Padahal kala itu, Kementerian Kesehatan Afganistan sudah menyebut lonjakan itu sebagai "krisis". Sejak wabah pandemi, Afghanistan telah melaporkan 101.906 kasus positif dan 4.122 kematian. (AP Photo/Rahmat Gul)