Pemerintah Ngebor Panas Bumi di 2 Area Mulai Juli 2021

News - Anisatul Umah, CNBC Indonesia
14 June 2021 09:47
Pemerintah melalui Badan Geologi akan melakukan pengeboran di dua wilayah kerja panas bumi, yakni di Cisolok, Jabar dan Nage di NTT.

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah mulai turut melakukan pengeboran eksplorasi sumur panas bumi guna mengurangi risiko dari pengembang.

Harris, Direktur Panas Bumi Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), mengatakan, pemerintah melalui Badan Geologi akan melakukan pengeboran di dua wilayah kerja panas bumi, yakni di Cisolok, Sukabumi, Jawa Barat, dan Nage di Nusa Tenggara Timur.

Kegiatan tajak sumur eksplorasi panas bumi di kedua lokasi ini dijadwalkan akan dilakukan mulai Juli 2021 mendatang.


"Wilayah Kerja Panas Bumi Cisolok akan dilakukan proses untuk tajak awal (sumur eksplorasi) Juli mendatang dan wilayah Nage juga diperkirakan mulai dilakukan Juli juga," ungkapnya dalam Energy Corner "Harta Karun Terbesar yang Diabaikan" CNBC Indonesia, Senin (14/06/2021).

Sampai saat ini menurutnya tengah dilakukan pembangunan infrastruktur seperti pembangunan jalan agar alat seperti rig pengeboran bisa masuk ke lokasi.

"Saat ini progres di Cisolok masih pembangunan infrastruktur," ujarnya.

Sementara untuk WKP Ciremai, Jawa Barat, menurutnya kini masih tahap survei geofisika dan geologi, sehingga pengeboran diperkirakan baru akan dilakukan pada tahun berikutnya setelah studi ini selesai.

"Saat ini proses yang akan di-drill di 2021 itu di dua tempat di Cisolok dan Nage. Sementara untuk Ciremai, anggaran masih untuk survei geologi, geofisika, belum pengeboran, pengeboran pada tahun-tahun berikutnya." tuturnya.

Seperti diketahui, pemerintah turut mengebor panas bumi ini juga sebagai upaya menekan biaya panas bumi yang dianggap masih tinggi saat ini. Biaya yang tinggi juga berdampak pada harga listrik panas bumi yang masih tinggi. Harga listrik panas bumi saat ini masih berada di posisi belasan sen dolar per kWh, jauh lebih mahal jika dibandingkan pembangkit EBT lainnya seperti Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang saat ini berkisar 3,6-3,7 sen dolar per kWh.

Seperti diketahui, Indonesia dianugerahi sumber daya panas bumi terbesar kedua di dunia setelah Amerika Serikat (AS), namun sayangnya pemanfaatannya belum juga optimal.

Dari sumber daya panas bumi sebesar 23.965,5 Mega Watt (MW), pemanfaatannya hingga 2020 baru mencapai 2.130,7 MW atau 8,9% dari total sumber daya yang ada.


[Gambas:Video CNBC]

(wia)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading