Jahatnya Covid-19, 600 Lebih Anak Indonesia Meninggal Dunia

News - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
12 June 2021 21:19
Warga menjalani test antigen untuk mendeteksi Covid-19 di Kelurahan Kayu Putih, Jakarta, Selasa (8/6). Satu RT di Kelurahan Kayu Putih, Jakarta Timur, yakni RT 11, menerapkan lockdown atau penguncian wilayah sementara usai 22 warga dinyatakan positif covid-19.kasus aktif Covid-19 di wilayah RT 11/09 tersebut berasal dari klaster keluarga, namun ada kemungkinan besar juga berasal dari klaster kerumunan mengingat di wilayah tersebut terdapat taman yang digunakan oleh para warga secara bebas dalam beraktivitas. Dalam menangani kasus aktif Covid-19 di wilayah tersebut, pihaknya tak hanya menerapkan mikro-lockdown. Namun juga turut mendistribusikan bantuan-bantuan terhadap warga yang terdampak agar dapat melewati masa pandemi Covid-19. Puluhan warga yang positif itu kini menjalani isolasi di berbagai tempat. Bagi yang bergejala, dibawa ke rumah sakit, sisanya menjalani isolasi di Wisma Atlet dan rumah masing-masing.a (CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Data Satgas Penanganan Covid-19 mencatat terdapat sekitar 1,2% anak usia di bawah 18 tahun di Indonesia meninggal. Penyebab kematiannya adalah karena virus Corona.

Hal ini berdasarkan data Satgas Penanganan Covid-19 per 11 Juni 2021. Angka itu jika dihitung dari data kumulatif kasus kematian secara keseluruhan maka mendapatkan sekitar 630 anak Indonesia.

Rinciannya 1,2% adalah 0,6% anak usia 0-5 tahun serta 0,6% antara 5 hingga 18 tahun, sebagaimana dikutip dari hitungan CNN Indonesia, Sabtu (12/6/2021).


Dengan angka tersebut, angka kematian balita terpapar lebih tinggi dibandingkan usia lain.

Jika dibandingkan data dua kelompok, jumlahnya lebih besar dari kelompok usia 5-18 tahun, yakni dengan usia 0-5 tahun 2,9% atau 54.926 balita terpapar Covid-19, dibandingkan dengan 5-28 tahun tercatat 9,6% atau 181.826 anak.

Kasus pada balita hanya 30% dibandingkan kelompok usia 5-18 tahun. Namun ternyata bisa menghasilkan kematian dengan jumlah yang sama dari kelompok usia lebih tua.

Sebelumnya penelitian RSUPN Dr Cipto Mangunkusumo dan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia juga menyelidiki soal hal yang sama. Penelitian dilakukan dari Maret hingga Oktober 2020.

Tercatat 40% pasien anak dengan kasus terkonfirmasi di RSCM, Jakarta meninggal dunia. Sementara total ada 490 anak masuk dalam kategori suspek Covid-19.

Sementara 50 anak atau sekitar 10% dari jumlah itu dikonfirmasi positif Covid-19 dengan tes PCR. Dari sana, ada 20 orang anak meninggal dunia.

Di sisi lain, pemerintah memutuskan untuk mengadakan pembelajaran tatap muka atau PTM secara terbatas. Kegiatan belajar itu dilakukan mulai Juli 2021 mendatang.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading