Survei BI: Pekan Kedua Juni Deflasi Tipis

News - Cantika Adinda Putri, CNBC Indonesia
11 June 2021 16:20
FILE PHOTO - The logo of Indonesia's central bank, Bank Indonesia, is seen on a window in the bank's lobby in Jakarta, Indonesia September 22, 2016.  REUTERS/Iqro Rinaldi/File Photo

Jakarta, CNBC Indonesia - Bank Indonesia (BI), mengumumkan, berdasarkan Survei Pemantauan Harga pada minggu kedua Juni 2021 terjadi deflasi 0,09%.

"Dengan perkembangan tersebut, perkiraan inflasi Juni 2021 secara tahun kalender sebesar 0,18% (ytd/year to date), dan secara tahunan sebesar 1,40% (yoy/year on year)," jelas BI dalam siaran resminya, Jumat (11/6/2021).

Penyumbang utama deflasi Juni 2021 sampai dengan minggu kedua, yaitu komoditas ayam ras dan cabai merah, masing-masing sebesar -0,09% (month to month/mtm). Kemudian tarif angkutan antarkota -0,06% (mtm).


Penyumbang inflasi lainnya yakni berasal dari cabai rawit -0,05% (mtm), bawang merah -0,02% (mtm), kelapa, tomat dan daging sapi masing-masing sebesar -0,01% (mtm).

Sementara itu, beberapa komoditas mengalami inflasi, antara lain telur ayam ras sebesar 0,04% (mtm) emas perhiasan sebesar 0,03% (mtm) minyak goreng, sawi hijau, kacang panjang, nasi dengan lauk dan rokok kretek filter masing-masing sebesar 0,01% (mtm).

Bank Indonesia mengungkapkan akan terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan otoritas terkait untuk memonitor secara cermat dinamika penyebaran Covid-19 dan dampaknya terhadap perekonomian Indonesia dari waktu ke waktu.

"Serta langkah-langkah koordinasi kebijakan lanjutan yang perlu ditempuh untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, serta menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik dan berdaya tahan," jelas BI.


[Gambas:Video CNBC]

(mij/mij)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading