Suasana permainan anak di salah satu mal di Kota Depok, Jawa Barat, yang sepi pengunjung, Jumat (11/6/2021). Akibat pandemi yang berkepanjangan, pelaku usaha wahana permainan anak merasakan dampaknya yaitu sepi pengunjung. (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)
Salah satu faktor yang menjadi sepinya pengunjung adalah adanya imbauan agar tak berpergian jika tidak ada kepentingan mendesak. Imbasnya sejumlah orang tua menahan untuk tidak mengunjungi tempat-tempat hiburan demi menekan penyebaran Covid-19. (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)
Dari pantauan CNBC Indonesia, wahana permainan anak di mal ini sepi. Salah satu karyawan wahana permainan mengungkapkan, merosotnya jumlah pengunjung yang datang sebenarnya sudah terjadi semenjak merebaknya pemberitaan di media massa tentang virus corona. Orang -orang menjaga batas sosial dan menjauhi kerumunan. (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)
"Buka jam sepuluh pagi hingga jam sembilan malam (kemarin) baru tiga pengunjung yang datang bermain" terang karyawan tersebut. (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)
Padahal sebelum merebaknya kabar mengenai virus Covid-19, jumlah pengunjung di hari biasa sampai puluhan hingga ratusan. Pemberlakuan libur bagi anak-anak tingkat SD hingga SMP oleh pemerintah Kota Depok pun tak berdampak signifikan terhadap wahana permainan ini. (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)
"Hari Minggu itu paling dominan banyak pengunjung, sekarang cuma sekitar 10 hingga 15 pengunjung," tambahnya lagi. (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)
Di lokasi wahana bermain semua mesin permainan dinyalakan untuk menarik perhatian warga yang berkunjung ke lokasi permainan. Tapi apa daya tak ada satupun yang mengunjungi lokasi ini. (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)
Padahal, awal tahun 2021 menjadi harapan bagi pengusaha ritel modern seriring adanya kenaikan jumlah pengunjung di pusat perbelanjaan seperti mal di Kota Depok. Keinginan itu seiring upaya penerapan protokol kesehatan di sejumlah mal. (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)