Petugas polisi menyelidiki lokasi tewasnya pejalan kaki yang ditabrak mobil di London, Ontario, Kanada, Senin (7/6/2021). Keluarga Muslim di Kanada menjadi sasaran kejahatan anti-Islam di provinsi itu. (Geoff Robins/The Canadian Press via AP)
Setidaknya, empat anggota keluarga itu terbunuh saat seorang pria dengan mengendarai truk pick-up, masuk ke trotoar dan menabrak mereka. (Geoff Robins/The Canadian Press via AP)
Dalam pernyataan persnya Senin (7/6/2021), polisi menyebut aksi itu direncanakan dan dimotivasi oleh kebencian. "Diyakini bahwa korban menjadi sasaran karena mereka Muslim," kata Inspektur Detektif Paul Waight dari departemen kepolisian London, Ontario. (Geoff Robins/The Canadian Press via AP)
Tersangka sendiri telah diamankan polisi. Ia diidentifikasi bernama Nathaniel Veltman (20). (Geoff Robins/The Canadian Press via AP)
Polisi menyebut, ia sengaja membelokkan truknya dari jalan, dan menabrakannya ke keluarga tersebut dengan kecepatan tinggi. (Geoff Robins/The Canadian Press via AP)
Seorang saksi mata, Paige Martin menyebut truk hitam yang dikendarai Veltman menerobos lampu merah saat dirinya berjalan dan muncul tiba-tiba di tempat kejadian. "Kekacauan terjadi. Itu hal yang tidak pernah Anda ingin lihat," katanya. (Geoff Robins/The Canadian Press via AP)
Veltman disebut merupakan penduduk London. Ia didakwa dengan empat tuduhan pembunuhan tingkat pertama dan satu percobaan pembunuha (Brett Gundlock/The Canadian Press via AP)
Pemuda itu, tidak memiliki catatan kriminal. Ia juga tak tergabung dengan kelompok kebencian manapun. Saat ditangkap, ia mengenakan rompi pelindung tubuh. Tak ada bukti yang menunjukkan ia memiliki kaki tangan. (Brett Gundlock/The Canadian Press via AP)
Korban dikatakan seorang wanita berusia 74 tahun, pria 46 tahun, wanita berumur 44 tahun dan remaja 15 tahun. (Brett Gundlock/The Canadian Press via AP)
Serangan terhadap Muslim di Kanada pernah terjadi di Quebec, Januari 2017 dan Toronto yang menewaskan 10 orang di April 2018. Dewan Nasional Muslim Kanada menilai kejadian ini mengerikan dan menuntut keadilan. (Brett Gundlock/The Canadian Press via AP)