Artefak Usia 1.000 Tahun Thailand Dikembalikan AS Usai Dicuri

News - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
28 May 2021 20:42
A general view of the tomb of Khufu-Imhat, at the Saqqara area near its necropolis, in Giza, Egypt November 10, 2018. REUTERS/Mohamed Abd El Ghany

Jakarta, CNBC Indonesia - Dua artefak batu pasir kuno milik Thailand, yang diyakini dicuri selama Perang Vietnam, akan dikembalikan dari Amerika Serikat (AS). Diperkirakan ini akan mendarat di Bangkok pada Jumat (28/5/2021) malam.

Rencananya ini akan dipajang di Museum Nasional selama tiga bulan mulai Selasa (1/6/2021) mendatang, menyusul upacara khusus.

Balok penyangga kuil dengan ukiran indah dewa Hindu Indra dan Yama berasal dari akhir abad ke-10 atau ke-11. Artefak ini juga telah dipamerkan selama beberapa dekade di San Francisco Asian Art Museum.


Direktur Jenderal Departemen Seni Rupa Thailand Prateep Pengtako mengatakan kedua ambang pintu itu berusia sekitar 1.000 tahun dan menunjukkan pengaruh Kerajaan Khmer kuno, yang ibukotanya di Kamboja zaman modern.

"Ambang pintu adalah bagian dari struktur kuil Kamboja kuno," katanya kepada AFP. "Ambang pintu diperkirakan diambil antara tahun 1958 dan 1969. Secara khusus, tahun 1965-66 banyak artefak Thailand hilang."

Lintel itu termasuk di antara 133 artefak Thailand yang dipamerkan di museum dan galeri di AS.

"Kembalinya barang antik ini sangat penting dalam hal sejarah, arkeologi, dan budaya bagi Pemerintah Thailand dan rakyat Thailand," kata kementerian luar negeri Thailand, setelah upacara penyerahan awal pekan ini antara otoritas AS dan Konsulat Jenderal Kerajaan Thailand di Los Angeles.

"Diyakini bahwa kedua ambang pintu suci tersebut diekspor secara ilegal dari Thailand sekitar tahun 1960-an selama Perang Vietnam."

Pemulangan itu dilakukan setelah penyelidikan tiga tahun oleh Departemen Keamanan Dalam Negeri AS. Museum California bersikeras telah lama berencana mengembalikan artefak tersebut, tetap membantah tuduhan penyelidik bahwa benda itu dicuri.

"Kami sangat senang ambang pintu ini kembali ke negara asalnya," kata Jay Xu, direktur museum California, dalam sebuah pernyataan.

Museum AS bukan satu-satunya yang terlibat dalam skandal asal muasal seni dalam beberapa tahun terakhir. Australia telah memulangkan setidaknya delapan patung yang dijarah kepada India sejak 2014.

Prancis telah berjanji untuk mengembalikan barang-barang yang diambil dari Senegal dan Benin. Belanda sedang bergerak untuk memulangkan artefak yang dicuri dari bekas koloninya. Sementara Jerman berjanji akan mengembalikan artefak ke Nigeria.


[Gambas:Video CNBC]

(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading