Simak! Dukcapil Kemendagri Buka-bukaan Data Penduduk Bocor

News - Cantika Adinda Putri, CNBC Indonesia
25 May 2021 11:45
Kementerian Dalam Negeri, Kemendagri (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah melalui Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) berhasil mengungkap siapa dibalik penjual data penduduk masyarakat Indonesia.

Dirjen Dukcapil Zudan Arif Fakrulloh mengungkapkan, nama user yg mengiklankan data tersebut adalah Kotz. Diklaim hal itu diketahui setelah ditelusuri oleh Ditjen Dukcapil Kemendagri.

Seperti diketahui, baru-baru ini tersebar di media sosial, sebuah website yang menjual data-data masyarakat Indonesia, yakni RaidForums.


RaidForums teridentifikasi sebagai forum yang banyak menyebarkan konten yang melanggar perundang-undangan di Indonesia, sehingga website tersebut termasuk akun bernama Kotz sedang dilakukan proses pemblokiran.

"Pada iklan di website tersebut yang bersangkutan memberikan link sample data individu yang bisa didownload sebagai sampel data, data yg sudah di download berbentuk file CSV (comma separated value) dan setelah diimport berjumlah 1.000.000 rows," jelas Zudan dikutip dalam laman resmi Kemendagri, Selasa (25/5/2021).

Lebih lanjut, Zudan mengungkapkan hasil penelusuran tim dari hasil import data sampel tersebut, diperoleh struktur data yang terdiri dari beberapa kolom.

Kolom-kolom tersebut terdiri dari:
- PSNOKA
- PSNOKALAMA
- PSNOKALAMA2
- NAMA
- NMCETAK
- JENKEL
- AGAMA
- TMPLHR
- TGLLHR
- FLAGTANGGUNGAN
- NOHP
- NIK
- NOKTP
- TMT
- TAT
- NPWP
- EMAIL
- NOKA
- KDHUBKEL
- KDSTAWIN
- KDNEGARA
- KDGOLDARAH
- KDSTATUSPST
- KDKANTOR
- TSINPUT
- TSUPDATE
- USERINPUT
- USERUPDATE
- TSSTATUS
- DAFTAR

"Berdasarkan poin 4, dari struktur dan pola datanya, saya memastikan itu bukan data yang bersumber dari dukcapil. Karena struktur data di Dukcapil tidak seperti itu. Struktur data di dukcapil tidak ada tanggungan, email, npwp, no hp, tmt, tat," jelas Zudan.

Untuk diketahui, kasus ini bermula dari adanya akun bernama Kotz menjual data 279 juta penduduk Indonesia di forum hacker Raid Forums. Ia menyebut data ini didapat dari situs BPJS Kesehatan. Ia menawarkan 1 juta data secara gratis untuk membuktikan keasliannya.

Kominfo pun turun tangan dan dengan melakukan investigasi pada data gratis yang ditawarkan. Kominfo kemudian menyebutkan jika data sampel dari kasus kebocoran data penduduk Indonesia identik dengan BPJS Kesehatan. Ini berasal dari sejumlah data yang didapatkan.

"Hal tersebut didasarkan pada data NOKA (Nomor Kartu), Kode Kantor, Data Keluarga/Data Tanggungan dan status Pembayaran yang identik dengan data BPJS Kesehatan," kata Juru Bicara Kementerian Kominfo Dedy Permadi.


[Gambas:Video CNBC]

(mij/mij)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading