Penanganan Covid-19

Warning Jokowi: Jangan Tunggu Chaos Baru Bertindak, Telat!

News - Chandra Gian Asmara, CNBC Indonesia
20 May 2021 10:48
foto/ Pengarahan Presiden RI kepada Forkopimda Se-Provinsi Riau, Pekanbaru, 19 Mei 2021/ Youtube : Setpres

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberi peringatan kalau penularan virus corona penyebab Covid-19 belum berakhir. Demikian disampaikan Jokowi saat memberikan pengarahan kepada Forkopimda se-Provinsi Riau yang disiarkan Youtube Sekretariat Presiden, Kamis (20/5/2021).

"Perlu saya sampaikan bahwa yang namanya ancaman penyebaran Covid-19 itu belum berakhir, belum berakhir," ujarnya.

Jokowi menekankan manajemen pengendalian Covid-19 berada di tangan gubernur hingga bupati beserta jajaran. Apabila para pihak rukun dan mampu bergandengan tangan, maka persoalan di lapangan akan menjadi mudah.

"Ini dari pengalaman kita di tingkat nasional maupun di provinsi, kabupaten/kota yang kita lihat dan kita amati," kata Jokowi.



Eks Gubernur DKI Jakarta itu lantas memaparkan data perkembangan Covid-19 nasional. Per awal Februari lalu, kasus aktif Covid-19 mencapai 176 ribu atau sudah mendekati 200 ribu. Sementara saat ini, jumlah kasus aktif tercatat 87 ribu atau turun lebih dari 50%.

"Ini berkat kerja keras, bapak, ibu dan saudara-saudara sekalian. Kuncinya di PPKM skala mikro yang bergerak di tingkat paling bawah yang kita punyai dan kita beruntung bahwa kita memiliki yang namanya babinsa, bhabinkamtibmas, lurah, RT dan RW. Inilah yang harus digerakkan," ujar Jokowi.

"Begitu ada satu kasus positif di sebuah RW langsung isolasi, karantina. Kalau berat tadi disampaikan pak menkes (Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin), bawa ke rumah sakit. Tetapi hati-hati kalau sudah turun jangan lengah, jangan hilang kewaspadaan, jangan lengah dan jangan tunggu chaos baru kita bertindak, terlambat," lanjutnya.



[Gambas:Video CNBC]

(miq/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading