Internasional

Sengit! Militer Israel Akui Serangan Membabi Buta dari Hamas

News - Tito Bosnia, CNBC Indonesia
16 May 2021 21:55
Palestinian protestors throw back a teargas canister during clashes with Israeli troops at the Hawara checkpoint, south of the West Bank city of Nablus, Friday, May 14, 2021. Health officials say several Palestinians were killed by Israeli army fire, at protests that took place in several locations across the West Bank of Friday. (AP Photo/Majdi Mohammed)

Jakarta, CNBC Indonesia - Israel mengakui mendapat perlawanan sengit dari kubu Hamas dan menyatakan telah menghadapi serangan roket dengan intensitas tertinggi di wilayahnya selama konfrontasi dengan kelompok Islam Hamas di Palestina yang menguasai Jalur Gaza.

Pengakuan ini dikeluarkan oleh militer Israel pada Minggu (16/5/21), dilansir dari AFP.

Sebagai informasi, sejak awal pekan ini, kelompok bersenjata di Gaza telah menembakkan sekitar 3.000 roket ke Israel.


Komandan Garis Depan Israel Mayor Jenderal Ori Gordin menyatakan serangan itu telah melampaui jumlah tembakan yang terjadi selama ketegangan antara mereka dengan Hamas pada 2019 dan selama perang dengan Hizbullah Lebanon pada 2006 lalu.

Pasalnya, jelas Gordin, selama ketegangan yang terjadi pada November 2019 antara tentaranya dengan kelompok Jihad Islam, jumlah roket yang ditembakkan dari Gaza ke Israel dalam 3 hari konflik hanya mencapai 570.

Sementara itu, dalam perang dengan Hizbullah pada 2006 lalu total roket yang ditembakkan ke Israel dalam 19 hari peperangan mencapai 4.500.

Namun, ketika ditanya apakah kecepatan serangan roket sejak Senin adalah yang tertinggi yang pernah terjadi di wilayah Israel, Gordin menjawab diplomatis.

"Saya tidak hanya setuju, ini yang saya sampaikan," ujarnya dikutip dari AFP, Minggu (16/5/21).

Sebagai informasi, ketegangan antara Israel dan Palestina kembali terjadi selama seminggu ini. Itu dipicu oleh kerusuhan yang dipicu pencaplokan Israel terhadap wilayah di Yerusalem Timur. Ketegangan itu telah mengakibatkan 181 orang Palestina dan 10 orang dari pihak Israel tewas.

Adapun Hamas, adalah organisasi Islam Palestina, dengan sayap militer terkait yakni Izz ad-Din al-Qassam, di wilayah Palestina.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading