Termasuk Anak-anak, 35 Tewas Akibat Serangan Israel di Gaza

News - Tommy Sorongan, CNBC Indonesia
12 May 2021 17:45
An Israeli firefighter works at the site where a rocket fired from the Gaza Strip, hit the central Israeli town of Holon, near Tel Aviv, Tuesday, May 11, 2021.  A confrontation between Israel and Hamas sparked by weeks of tensions in contested Jerusalem escalated Tuesday as Israel unleashed new airstrikes on Gaza while militants barraged Israel with hundreds of rockets. (AP Photo/Heidi Levine)

Jakarta, CNBC Indonesia - Korban tewas akibat serangan udara Israel pada Rabu (12/5/2021) di wilayah Gaza Palestina bertambah menjadi 35 orang.

Di wilayah itu, satu bangunan tempat tinggal bertingkat, yang penghuninya telah diperingatkan sebelumnya oleh Israel untuk mengungsi, runtuh dan lainnya rusak berat setelah berulang kali terkena serangan udara Israel.

"Israel sudah gila," kata seorang pria di jalan Gaza, di mana orang-orang lari keluar dari rumah mereka saat ledakan mengguncang kota.


Serangan ini merupakan rangkaian dari rentetan serangan udara yang diarahkan Tel Aviv ke wilayah Palestina yang terjadi pasca penyerbuan Tel Aviv ke Masjid Al Aqsa. Sejak Selasa (11/5/2021) misil Israel sudah menghujani wilayah Gaza

Serangan ini adalah serangan terberat antara Israel dan Hamas sejak perang tahun 2014 di daerah kantong yang diperintah Hamas, dan memicu kekhawatiran internasional bahwa situasinya bisa lepas kendali.

Sumber Hamas mengkonfirmasi kepada AFP bahwa salah satu komandan mereka, Mohammed Fayyad, telah tewas. Selain itu diketahui korban tewas juga terdiri dari sembilan anak-anak.

Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu mengatakan bahwa Hamas telah melewati "garis merah" dengan mengarahkan rudal ke Yerusalem. Rudal arahan Hamas itu dikatakan merupakan balasan atas aksi pihak Polisi Perbatasan Israel yang menyerbu Masjid Al Aqsa dan melukai sekitar 300 warga Palestina yang sedang beribadah di dalamnya.

Lebih lanjut Netanyahu menyebut bahwa aksi serangan udara itu merupakan balasan dari Tel Aviv.

"Kami akan menanggapi dengan kekuatan," terangnya.

Rangkaian bentrokan ini bermula saat beberapa warga Israel menduduki tanah di Sheikh Jarrah, yang dimiliki warga Palestina. Sengketa ini sudah terjadi bertahun-tahun. Awal tahun ini, sebuah pengadilan distrik Yerusalem memutuskan bahwa rumah-rumah itu legal milik keluarga Yahudi.


[Gambas:Video CNBC]

(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading