Anak-anak berlatih dengan senjata palsu selama pertunjukan untuk media untuk menarik perhatian pemerintah federal terhadap bahaya kejahatan di Ayahualtempa, negara bagian Guerrero, Meksiko, Rabu (28/5/2021). Mereka mengenakan kemeja kepolisian komunitas, menutupi wajah mereka dengan sapu tangan, mengambil senjata-senjata kayu palsu. (AP Photo/Marco Ugarte)
Wilayah terpencil negara bagian Guerrero adalah salah satu yang termiskin dan paling kejam di Meksiko. Ini adalah koridor utama untuk produksi dan transit obat, terutama heroin dari bunga opium. Komunitas etnis Nahua seperti Ayahualtempa terjebak di antara kelompok kriminal yang berperang dan menderita penculikan, pemerasan, dan pembunuhan. (AP Photo/Marco Ugarte)
Anak-anak ini berlatih menembak dalam berbagai posisi selama dua jam dalam sepekan. Gagasan agar mereka juga belajar bagaimana membela diri itu penting jika sewaktu-waktu mereka menjadi yatim piatu. (AP Photo/Marco Ugarte)
Para penduduk di Kota Ayahualtempa, negara bagian Guerrero menjadi saksi kekejaman geng dan kartel narkoba. (AP Photo/Marco Ugarte)
Para pemuda melakukan latihan dan menjatuhkan diri mereka ke tanah di tengah kepulan debu, senapan diarahkan ke musuh bayangan. Lawan mereka mungkin imajiner untuk latihan tersebut tetapi kekerasan kartel narkoba yang melanda wilayah tersebut sangat nyata. (AP Photo/Marco Ugarte)
Sebanyak 30 anak dilatih. Mereka yang berusia di bawah 13 tahun belum dilibatkan dalam patrol tapi siap bertempur jika terjadi serangan kartel Los Ardillos, seperti yang terjadi pada Mei 2015 ketika kartel itu memasuki balai kota Chilapa dan menculik lebih dari 30 orang. (AP Photo/Marco Ugarte)