Pengunjuk rasa terus melakukan aksi melawan kudeta militer, menentang jam malam sambil menyalakan lilin untuk memperingati kematian para demonstran, Senin.
Para biksu dan samanera dari sebuah biara di Lewe melakukan protes anti junta militer di kota Pyigyitagon di Mandalay, sebagaimana dilaporkan Myanmar Now Senin (10/5/2021). (Photo CJ via Twitter/@Myanmar_Now_Eng)
Junta militer telah melancarkan gelombang kekerasan mematikan saat berjuang memadamkan protes nasional terhadap kudeta 1 Februari dan penangkapan pemimpin sipil Aung San Suu Kyi. (Photo CJ via Twitter/@Myanmar_Now_Eng)
Meski begitu, pengunjuk rasa terus melakukan aksi melawan kudeta militer, menentang jam malam sambil menyalakan lilin untuk memperingati kematian para demonstran. (Photo CJ via Twitter/@Myanmar_Now_Eng)
Di kota terbesar kedua Myanmar, Mandalay, sejumlah petugas kesehatan berdemo di jalan-jalan saat fajar sambil membawa bendera. (Photo CJ via Twitter/@Myanmar_Now_Eng)
Junta militer telah melarang kelompok tersebut, mengumumkan bahwa setiap keterlibatan dengan mereka sama dengan "pengkhianatan tingkat tinggi". (Photo CJ via Twitter/@Myanmar_Now_Eng)