1 Meninggal Usai Vaksin AstraZeneca, Komnas KIPI Buka Suara

News - Rahajeng KH, CNBC Indonesia
10 May 2021 15:20
Britain's Prime Minister Boris Johnson receives the first dose of the AstraZeneca vaccine administered by nurse and Clinical Pod Lead, Lily Harrington at St. Thomas' Hospital in London, Friday, March 19, 2021. Johnson is one of several politicians across Europe, including French Prime Minister Jean Castex, getting a shot of the AstraZeneca vaccine on Friday. (AP Photo/Frank Augstein, Pool)

Jakarta, CNBC Indonesia - Seorang pemuda berusia 21 tahun meninggal dunia setelah menerima vaksin Corona AstraZeneca. Ketua Komnas Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) Prof Hindra Hingky Irawan Satari menjelaskan kronologinya.

Pemuda tersebut mulanya menjalani vaksinasi AstraZeneca di GBK pada Rabu (5/5/2021) pukul 13:30 Sesudah menjalani vaksinasi, dirinya kembali bekerja di kantor di Pegadaian Cibubur, Jakarta Timur.

Hindra mengatakan setelah divaksinasi dan menjalani proses observasi 30 menit, tidak ditemukan gejala apapun. Gejala mulai muncul saat dirinya bekerja di kantor, dan dia merasa merasa tak enak badan.


"Di kantor dia merasa tidak enak badan, jadi oleh pimpinannya diberikan izin untuk pulang, sampai pulang dia demam, menggigil, sakit kepala," tutur Prof Hindra dikutip dari detik.com, Senin (10/5/2021).

Dia menyayangkan, yang bersangkutan tak langsung melapor ke nomor telepon yang tertera di kartu vaksinasi. Namun, pria tersebut disebutnya langsung berinisiatif berobat ke dokter umum.

"Dia tidak melapor ke tempat vaksin, kan ada nomor telepon kan di belakang kartu itu. Tapi dia mau berobat ke dokter di dokter biasa dia berobat. Jadi pertanyaan saya, apakah dia punya penyakit dokter langganan, kebetulan dokter langganannya nggak praktik, jadi nggak berobat," jelas Prof Hindra.

Sayangnya, gejala tidak kunjung membaik hingga tengah malam. Demam yang dirasakan pria tersebut semakin tinggi, dia pun tidak langsung berobat karena dokter langganan pria Jakarta ini sedang tak praktik.

"Tengah malam dia demam, tinggi, nggak berobat juga, kemudian paginya dia merasa pegal, jadi dipijit, yang bersangkutan belum menikah jadi tinggal serumah dengan keluarga. Setelah dipijat itu pingsan dia, lalu dibawa ke RS di Rawamangun, namun ternyata sampai di RS death on arrival," kata Prof Hindra.

Sesampai di RS, denyut nadi pria tersebut sudah tidak ada, hingga dinyatakan meninggal jam 12 siang.

"Jadi kira-kira sebelum 24 jam setelah vaksinasi," katanya.

Saat ini, proses investigasi disebutnya masih berlangsung. Komnas KIPI dan Komda akan melakukan investigasi dengan dokter yang menangani pria tersebut. Namun, sejauh investigasi berlangsung, tidak ada laporan pembekuan darah pasca vaksinasi AstraZeneca di pria tersebut. Maka dari itu, belum bisa diputuskan apakah penyebab tewasnya pria bersangkutan adalah vaksin AstraZeneca.

"Untuk mencari keterkaitan kalau demam menggigil itu memang gejala vaksin AstraZeneca, namun tidak menyebabkan kematian, kalau kematian kan blood clot," kata dia.

Simak berita selengkapnya berikut ini>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>


[Gambas:Video CNBC]

(rah/rah)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading