Teknologi Berkembang Pesat, Jokowi Tak Mau RI Gaptek!

News - Chandra Gian Asmara, CNBC Indonesia
04 May 2021 10:46
Jokowi dalam acara musyawarah perencanaan pembangunan nasional 2021. (Tangkapan layar Bappenas RI)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan bahwa Indonesia tidak boleh gagap teknologi alias gaptek. Teknologi berkembang dengan sangat pesat dan Indonesia harus bisa menyesuaikan diri. Indonesia jangan hanya menjadi pengguna, tetapi juga berperan aktif dalam pengembangan teknologi.

"Para perencana harus mempertimbangkan betul perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Harus itu. Kita harus jadi bagian produsen teknologi itu sendiri, kita harus memperoleh manfaat maksimal dari perkembangan teknologi dan dalam perkembangan teknologi yang sangat cepat," tegas Kepala Negara dalam pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional, Selasa (4/5/2021).

Menurut Jokowi, kemajuan teknologi yang sudah di depan mata contohnya adalah koneksi 5G. Jokowi berpesan Indonesia jangan hanya jadi konsumen 5G, tetapi memanfaatkannya demi kemajuan bangsa dan negara.


"Kita jangan hanya menjadi smart digital user. Kita harus mampu mencetak smart digital specialist, menciptakan teknologi yang andal, bersaing, dan kompetitif. Kembangkan smart digitalpreneur yang memgembangkan kewirausaahan dan membuka lapangan kerja," paparnya.

Perkembangan teknologi, lanjut Jokowi, akan merasuk ke segala bidang. Di sektor keuangan, perusahaan financial technology (fintech) begitu menjamur dan seolah menjadi jawaban atas kebutuhan masyarakat modern yang sangat dinamis.

Di bidang kesehatan, ada yang namanya health tech. Teknologi ini berkembang lebih dari pemeriksaan jarak jauh, bisa dimanfaatkan untuk melakukan tindakan medis.

"Diagnosis, untuk pelaksanaan pengobatan, precicion medicine, hingga tindakan operasi jarak jauh segera akan bisa dilakukan di manapun," demikian Jokowi.

Kemudian di bidan pendidikan, kegiatan belajar-mengajar jarak jauh sudah menjadi kebiasaan baru di tengah pandemi virus corona. Ke depan, bidang pendidikan akan semakin cepat dalam memanfaatkan perkembangan teknologi.

"Akses bisa diperoleh dari berbagai sumber. Peran guru dan sekolah lebih sebagai fasilitator untuk memfasilitasi belajar anak didiknya," kata Jokowi.


[Gambas:Video CNBC]

(aji/aji)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading