Biar Kata Corona, Warga +62 Masih Borong Emas Jelang Lebaran!

News - Cantika Adinda Putri, CNBC Indonesia
03 May 2021 11:21
Toko Emas Cikini Gold Center, Cikini, Jakarta Pusat (21/6/2019). (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto) Foto: Toko Emas Cikini Gold Center, Cikini, Jakarta Pusat (21/6/2019). (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Jelang Hari Raya Idul Fitri, kebiasaan membeli emas masih dilakukan masyarakat Indonesia. Badan Pusat Statistik (BPS) merekam fenomena ini dalam rilis data inflasi.

Pada Senin (3/5/2021), BPS melaporkan inflasi umum pad April 2021 sebesar 0,13% dibandingkan bulan sebelumnya (month-to-month/mtm). Sementara dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/yoy), laju inflasi ada di 1,42%.

Inflasi dibagi menjadi beberapa komponen besar yaitu inti, harga diatur pemerintah (administered prices), dan harga bergejolak (volatile goods). Secara mtm, inflasi inti adalah 0,14%, bergejolak 0,15%, dan harga diatur pemerintah 0,11%.


Menarik untuk melihat inflasi inti. Di dalamnya ada kelompok barang dan jasa yang harganya persisten, tidak mudah naik-turun.

Salah satu komoditas yang berada di 'keranjang' inflasi inti adalah emas baik perhiasan maupun batangan. Setianto, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, menyebut terjadi peningkatan pembelian emas jelang lebaran.

"Inflasi inti meningkat karena pembelian emas menjelang Hari Raya, mempengaruhi harga emas bulan ini. Juga harga emas batangan berpengaruh terhadap harga perhiasan pada April 2021," katanya dalam jumpa pers.


[Gambas:Video CNBC]

(aji/aji)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading