Keluarga melakukan ritual di samping tumpukan kayu pemakaman anggota keluarga yang meninggal karena Covid-19 di lapangan yang telah diubah menjadi krematorium kremasi massal korban corona di New Delhi, India, Sabtu (24/4/2021). Begitu banyaknya jenazah yang bergelimpangan di India sampai-sampai layanan penguburan dan kremasi kewalahan. (AP Photo/Altaf Qadri)
Seorang warga Delhi, Nitish Kumar, mengaku kesulitan mencari tempat kremasi untuk ibunya yang sudah meninggal karena Covid-19. Ia terpaksa membiarkan jenazah sang ibu selama dua hari di rumah. (AP Photo/Altaf Qadri)
Sampai pada akhirnya Kumar menemukan tempat kremasi massal darurat di lapangan parkir. Di sana orang ramai-ramai membakar jenazah dengan tumpukan kayu. "Saya berlari mencari pilar, tapi setiap krematorium berasalan... salah satunya bilang kehabisan kayu," kata Kumar. (AP Photo/Altaf Qadri)
Negara berpenduduk 1,3 miliar itu melaporkan lebih dari satu juta kasus baru dalam tiga hari terakhir, membuat total kasus Corona dunia mencapai 16,9 juta kasus.(AP Photo/Altaf Qadri)
Ibu kota New Delhi, menjadi daerah yang paling terdampak Covid-19 di India. Pasalnya, rumah sakit setempat sudah mengirimkan sinyal 'SOS' bahwa mereka tak lagi memiliki sisa tempat tidur untuk pasien Covid-19. Terlihat sejumlah keluarkan korban menangis pilu saat kremasi dilakukan. (AP Photo/Channi Anand)
Jenazah pasien corona juga menumpuk di kamar mayat dan krematorium, sehingga pihak berwenang terpaksa melakukan kremasi massal. Enam pekan lalu, Menteri Kesehatan India sempat mengakui kemenangan melawan corona. Tetapi euforia tersebut berimbas buruk pada situasi di India saat ini. (AP Photo/Altaf Qadri)