Minggu ini (25/4), tampak kapal patroli angkatan laut Indonesia melakukan operasi pencarian kapal selam KRI Nanggala 402 yang hilang saat mengikuti latihan pada hari Rabu (21/4), di lepas pantai Banyuwangi, Jawa Timur, Indonesia. Saat ini pencarian terus dilakukan oleh TNI yang dibantu oleh sejumlah pihak seperti Polri, Basarnas, serta beberapa pasukan dari negara lain. Di Minggu ini, pencarian sudah 96 jam sejak Rabu. (AP Photo/Achmad Ibrahim)
Kapal selam KRI Nanggala-402 milik TNI AL yang hilang kontak di perairan utara Bali membawa 53 awak di dalamnya. Kapal selam itu hilang kontak saat latihan penembakan torpedo. (AP Photo/Achmad Ibrahim)
Dalam konferensi pers tersebut TNI menyatakan telah menaikkan status pencarian KRI Nanggala 402 dari submiss menuju fase subsunk (submarine sunk). Peningkatan status menjadi subsunk atau tenggelam ini diambil setelah mereka menemukan beberapa bukti otentik serpihan barang KRI Nanggala, salah satunya, berbentuk tabung torpedo, tabung air minum, hingga alat salat. (AP Photo/Achmad Ibrahim)
Dengan peningkatan status itu, TNI akan menyiapkan evakuasi medis, sehingga bisa langsung mengevakuasi awak kapal yang ditemukan. (AP Photo/Achmad Ibrahim)
Dengan peningkatan status menjadi subsunk itu, TNI akan menyiapkan evakuasi medis, sehingga bisa langsung mengevakuasi awak kapal yang ditemukan. (AP Photo/Achmad Ibrahim)
Saat ini pencarian dilakukan pada kedalaman 850 meter. Pencarian dilakukan dengan mengerahkan puluhan armada kapal serta bantuan dari negara sahabat.AP Photo/Achmad Ibrahim)