Prabowo: Mendesak, Kita Harus Percepat Modernisasi Alutsista

News - Muhammad Iqbal, CNBC Indonesia
22 April 2021 16:45
Indonesian Defense Minister Prabowo Subianto, front right, salutes near Malaysian counterpart Mohamad Sabu, second left, as he inspects honor guard at Malaysia Defense Ministry in Kuala Lumpur, Thursday, Nov. 14, 2019. (AP Photo/Vincent Thian)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Pertahanan Letnan Jenderal TNI (Purn) Prabowo Subianto blak-blakan soal rencana modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) di tiga matra TNI, yaitu darat, laut, dan udara. Hal itu dipaparkan Prabowo saat memberi keterangan pers terkait musibah KRI Nanggala-402 di Pangkalan TNI AU Ngurah Rai, Bali, Kamis (22/4/2021).

Menurut dia, musibah ini menunjukkan pertahanan negara adalah suatu pekerjaan yang sangat rumit, memerlukan teknologi yang sangat tinggi, dan mengandung unsur bahaya. Prabowo menyebut hampir semua kegiatan di bidang pertahanan negara, baik itu di laut, di darat, dan di udara, mengandung ketiga unsur tersebut.

"Satu adalah kegiatan yang sangat unik, membutuhkan teknologi tinggi, profesionalitas juga yang tinggi dari awak-awaknya, dan juga mengandung unsur bahaya yang sangat tinggi," ujarnya.

"Kemudian bahwa TNI untuk mengadakan melaksanakan fungsinya harus dalam keadaan siap tempur setiap saat. Karena itu sangat dibutuhkan latihan dan latihan pun mengandung masalah bahaya yang sangat tinggi. Jadi ini masalahnya," lanjutnya.



Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya itu menyebut alutsista di bidang pertahanan sangat mahal. Oleh karena itu, pimpinan negara, dalam konteks ini presiden, selalu dihadapkan dengan dilema harus mengutamakan pembangunan kesejahteraan sekaligus menjaga kemampuan pertahanan agar kedaulatan negara tidak diganggu.

"Karena itu presiden pernah memerintahkan saya 1 tahun lalu untuk bersama-sama pimpinan TNI menyusun suatu masterplan, rencana induk, yang beliau menghendaki suatu rencana induk 25 tahun yang memberi pada kita suatu totalitas kemampuan pertahanan," kata Prabowo.

"Ini sedang kita rampungkan, kita sedang menyusun, kita sedang memperbaiki, dan insya allah dalam 2-3 minggu ini kita akan bersama dengan Panglima TNI dan kepala staf kita rampungkan dan akan kita sampaikan kepada bapak presiden," lanjutnya.

Lebih lanjut, Prabowo mengungkapkan kalau investasi di bidang pertahanan akan lebih besar tanpa memengaruhi usaha pembangunan kesejahteraan. Untuk itu, Kemenhan bersama TNI sedang merumuskan pengelolaan pengadaan alutsista yang lebih tertib dan lebih efisien.

"Tapi kita memang perlu meremajakan alutsista kita. Banyak alutsista kita adalah memang karena keterpaksaan karena kita mengutamakan kesejahteraan kita belum modernisasi lebih cepat. Tapi sekarang ini mendesak kita harus modernisasi alutsista kita lebih cepat lagi. Saya yakin dalam waktu dekat perlengkapan bisa kita modernisasi untuk tiga matra," ujar Prabowo.

Lebih lanjut, mantan Danjen Kopassus TNI AD itu menggarisbawahi kalau perjuangan prajurit TNI untuk menjaga kedaulatan negara penuh dengan tantangan. Setiap hari mereka akan menghadapi bahaya.

"Karena itulah kita mohon semua masyarakat kita berdoa bahwa anak-anak kita bisa kita temui dalam waktu yang sesingkat-singkatnya," kata Prabowo.

"Kita sedang dalam rangka akan melaksanakan modernsiasi alutsista untuk tiga angkatan dan kita akan lakukan dengan suatu upaya komprehensif dan upaya yang seefisien mungkin. Tapi kita ingin punya TNI yang andal," lanjutnya.



[Gambas:Video CNBC]

(miq/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading