Punya 2 Tanker Raksasa, Pertamina Mau Jadi Pemain Kelas Dunia

News - anisatul Umah, CNBC Indonesia
21 April 2021 15:20
Menteri BUMN, Erick Tohir di atas kapal yang sedang bersandar di Teluk Semangka Kota Agung, Kabupaten Tanggamus, Lampung pada Kamis, 15 April 2021.

Jakarta, CNBC Indonesia - Pertamina International Shipping (PIS) kini memiliki 2 kapal tanker Very Large Crude Oil Carrier (VLCC). Dengan kepemilikan ini, PIS bersiap menjadi pemain tingkat global.

Peresmiannya baru saja dilakukan pada 15 April 2021 lalu. PIS bersiap menjadi yang terdepan di bisnis Marine dan Logistik.

Dalam acara peresmian, Menteri Badan Usaha Milik negara (BUMN), Erick Thohir, mengatakan transformasi seluruh unit bisnis di Pertamina menjadi hal yang penting untuk dilakukan. Bermuaranya tanker VLCC diharapkan menjadi kekuatan dalam menjaga ketahanan energi nasional.

"Yang tidak hanya melayani Pertamina namun dapat menjadi global player dan siap bersaing dengan didasari oleh Good Corporate Governance," ujar Erick dalam keterangan resminya, Rabu, (21/04/2021).



Kehadiran kapal tanker ini juga diharapkan bakal mempermudah alur distribusi energi yang dapat memenuhi kebutuhan masyarakat. Tidak berhenti di situ, PIS juga berambisi menjadi perusahaan logistik yang terintegrasi dan terkemuka di Asia.

Dalam mewujudkan hal tersebut PIS membentuk strategi roadmap menjadi 3 fase. Pertama, fokus untuk kapitalisasi core Pertamina dengan menekankan pada integrasi PIS dengan anak perusahaan pertamina lainnya.

Kedua, fokus untuk menjadi perusahaan logistik terintegrasi di Indonesia. Dan terakhir, fokus menjadi perusahaan transportasi energi yang sustainable dan terkemuka di wilayah regional.



Dalam kesempatan yang sama Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati, mengatakan investasi yang dilakukan dengan menghadirkan 2 kapal VLCC yakni PERTAMINA PRIDE dan PERTAMINA PRIME sejalan dengan arahan pemegang saham untuk go global.

Menurutnya, sebagai perusahaan shipping, PIS akan bertransformasi menjadi Integrated Marine Logistics karena bukan hanya mempunyai kapal, tapi juga sarana tambahan dan storage yang ada di pelabuhan.

"Dengan demikian, maka value chain yang akan dikelola PIS juga akan semakin besar," kata Nicke.




Cakupan bisnis shipping di PIS di antaranya FOB kargo impor, sewa kapal, dan FOB cargo lube base oil, terutama untuk pasar domestik dan regional di Asia Tenggara.

Sedangkan pada bisnis marine PIS meliputi jasa penunjang operasi marine, penyediaan tenaga kerja di pelabuhan, jasa kepelabuhanan, dan keagenan kapal.

Saat ini PIS telah mengoperasikan lebih dari 350 unit kapal. Armada kapal besar PIS meliputi beragam jenis kapal yang berfungsi melayani jenis layanan kargo yang berbeda-beda.

Seperti kapal General Purpose (GP), Very Large Crude Oil Carrier (VLCC), Very Large Gas Carrier (VLGC), dan Floating Storage and Offloading Unit (FSO). Untuk jasa marine dan logistik, PIS akan menyediakan layanan end-to-end marine dan logistik di beberapa pelabuhan strategis di Indonesia.

Direktur Utama Pertamina International Shipping (PIS), Erry Widiastono, mengatakan tambahan 2 VLCC yang dioperasikan yakni Pertamina Pride dan Pertamina Prime sudah diserahterimakan pada 30 Maret 2021.

"Menunjukkan kesiapan kami untuk melaksanakan perintah negara melalui Menteri BUMN," tegasnya.

Kehadiran 2 kapal ini, imbuhnya, menjadi upaya dalam memenuhi ekspektasinya agar PIS dapat menjadi yang terdepan di bisnis marine dan logistik.

"Baik dalam mewujudkan ketersediaan dan keberlanjutan energi di dalam negeri maupun bersaing dan menguasai pasar internasional."


[Gambas:Video CNBC]

(wed/wed)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading