THR Cair & Gratis Ongkir di Harbolnas, Ekonomi RI Makin Joss!

News - Tirta Citradi, CNBC Indonesia
22 April 2021 03:10
Pekerja mengemas barang pesanan konsumen saat Harbolnas 2020 di Gudang Ekspedisi Tiki, Fatmawati, Jakarta, Rabu, 11 November 2020. Bisnis logistik juga ikut menangguk untung dalam momen hari belanja online nasional (Harbolnas) 2020. Kepala Gudang Ekspedisi Tiki Eri menuturkan total paket yang dikirim saat Harbolnas bisa mencapai 10 ribu paket, jauh lebih tinggi dari rata-rata harian sebesar 5-7 ribu paket.

Jakarta, CNBC Indonesia - Kabar baik bagi seluruh netizen di pelosok negeri karena pemerintah akan turut bagi-bagi diskon gratis ongkos kirim saat Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) bulan Ramadan Ini.

Rencananya Harbolnas sendiri akan diselenggarakan mendekati hari raya lebaran yaitu H-10 dan H-5. Ini akan menjadi ajang bagi e-commerce dan para merchant yang mayoritas adalah UMKM meraup cuan.

Antusiasme masyarakat RI untuk berbelanja online terus meningkat yang tercermin dari kenaikan tajam nilai transaksi Harbolnas sejak pertama kali diluncurkan. Pada 2013 transaksi hanya mencapai Rp 740 miliar. Tahun lalu tembus Rp 11,6 triliun. Artinya ada peningkatan hingga 16x dalam 7 tahun.


Nilai transaksi pada Harbolnas tahun ini ditargetkan naik hampir dua kali dari tahun lalu. Targetnya, transaksi bisa tembus Rp 20 triliun. Ekspektasi target tersebut dapat tercapai bisa dibilang cukup tinggi.

Apalagi dengan stimulus sebesar 2,5% dari target transaksi atau setara dengan Rp 500 miliar yang bakal digelontorkan pemerintah untuk menggratiskan biaya pengiriman. Belum lagi ada kebijakan pencairan THR secara penuh tahun ini.

Menurut survei yang dilakukan lembaga riset pasar Nielsen, gratis ongkir selama ini merupakan salah satu bentuk promo yang menarik dan membuat banyak masyarakat RI tertarik untuk berbelanja online.

Anggaran sebesar itu merupakan bagian dari program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) untuk terus menggeliatkan konsumsi sebagai tulang punggung perekonomian Indonesia yang selama ini lesu saat pandemi.

Kombinasi stimulus gratis ongkir dan pencairan THR akan semakin menggeliatkan perekonomian di kuartal kedua. Momennya memang tepat. Secara spesifik kue ekonomi digital domestik akan semakin membesar. 

Menyandang nama yang seksi dan keren, ekonomi digital Indonesia tumbuh dengan pesat meninggalkan kawan-kawannya di kawasan Asia Tenggara. Mengutip laporan e-Conomy SEA 2019 hasil studi Google, Temasek dan Bain & Company, ekonomi digital Indonesia tumbuh 49% per tahun sejak 2015-2019.

Indonesia jadi jawara di kawasan Asia Tenggara mengalahkan Malaysia, Filiphina, Singapura, Thailand dan Vietnam yang tumbuh kurang dari 40% dalam lima tahun terakhir.

Hingga tahun 2019, nilai ekonomi digital Indonesia berdasarkan Gross Merchandise Value (GMV) mencapai US$ 40 miliar atau hampir 4% dari PDB nominal Indonesia tahun 2018 lalu. Ekonomi digital di Indonesia diprediksi akan terus tumbuh dan mencapai nilai US$ 133 miliar pada 2025.

Stimulus kali ini diharapkan bisa merembet ke berbagai sektor mata rantai ekosistem digital e-commerce seperti logistik, hingga uang elektronik. Tak sampai di situ momen lebaran dengan THR juga diharapkan bisa mendongkrak penjualan ritel yang selama setahun lebih berada di zona kontraksi. 

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(twg/twg)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading