Alert! Bila Lihat Fakta Ini, Corona di Dunia Bikin Merinding

News - Tito Bosnia, CNBC Indonesia
18 April 2021 19:00
Masyarakat India menyelenggarakan festival keagamaan ditengah pandemi Covid-19. (AP/Karma Sonam)

Jakarta, CNBC Indonesia - Secara global, lebih dari 3 juta orang meninggal dunia akibat virus corona, hingga akhir pekan kemarin. Banyak kabar-kabar yang masih mengkhawatirkan, hanya sedikit yang melegakan.

Menurut data dari Johns Hopkins University (JHU), jumlah tersebut hampir sama dengan jumlah populasi di kota Kyiv (Ukraina), Ccaracas (Venezuela) hingga Lisbon (Portugal). Jumlah tersebut juga lebih tinggi dari populasi di Kota Chicago (AS) sebanyak 2,7 juta jiwa dan setara dengan gabungan populasi dari kota Philadephia dan Dallas (AS).

Gerakan vaksinasi berlangsung cepat dilakukan oleh berbagai negara, namun kasus yang terus meningkat kembali memaksa diberlakukannya kembali lockdown dan pembatasan baru di seluruh dunia.


Melihat kondisi tersebut, berikut fakta-fakta terkini Covid-19 yang melanda global, dilansir dari Aljazeera, Minggu (18/4/21).

Rekor Kasus Positif Harian (Lagi) di India

India mencatat rekor kenaikan kasus positif harian sebanyak 261.500 ribu kasus pada hari Minggu, (18/4/21). Ibukota New Delhi mencatat 24 ribu penambahan kasus positif selama 24 jam terakhir dan menghadapi ancaman kekurangan tempat tidur rumah sakit.

Data dari Kementerian Kesehatan setempat mencatat, rekor baru kasus harian tersebut menambah jumlah total kasus Covid-19 di negara tersebut menjadi sebanyak 14,7 juta kasus. Dengan tambahan 1.500 kasus kematian harian terbaru, menjadi total 177.150 angka kematian.

Rekor Angka Kematian Harian di Brazil

Brazil mencatat 67.636 kasus positif Covid-19 secara harian selama 24 jam terakhir, bersamaan dengan penambahan angka kematian sebanyak 2.929 kasus.

Dengan lebih dari 13,9 juta kasus positif Covid-19 sejak pandemi dimulai, jumlah kematian mencapai 371.678 kasus atau tertinggi kedua di dunia setelah Amerika Serikat.

Karantina di Prancis

Prancis akan memberlakukan karantina selama 10 hari secara ketat untuk semua pelancong yang datang dari negara Brazil mulai 24 April 2021 mendatang. Langkah ini dilakukan sebagai upaya pencegahan penyebaran varian baru Corona yang pertama kali ditemukan di Kawasan Amerika Selatan tersebut.

Mulai pekan ini, Prancis memutuskan untuk menangguhkan semua penerbangan dari serta tujuan negara Brazil. Tindakan ini akan diperpanjang hingga 23 April mendatang. Sedangkan pada 14 April 2021, hanya warga yang tinggal di Prancis, serta pemegang Paspor Prancis atau Uni Eropa yang diizinkan terbang ke negara tersebut.

Tindakan yang sama juga akan diberlakukan secara bertahap pada 24 April 2021 yang melarang kedatangan dari negara Argentina, Chili dan Afrika Selatan sebagai lokasi varian virus Corona lainnya yang terdeteksi hingga saat ini.

Turki Laporkan Laju Kenaikan Kasus Harian

Turki mencatat laju kenaikan kasus positif Covid-19 selama 24 jam terakhir yakni 62.606 kasus. Angka ini hampir mendekati rekor kasus harian tertinggi serta penambahan 288 kasus kematian harian.

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan pads hari Selasa waktu setempat mengumumkan beberapa pembatasan baru serta semi lockdown selama dua minggu pertama bulan suci Ramadhan demi mengekang lonjakan kasus positif.

Jumlah kasus kematian di Turki akibat Covid-19 mencapai 35.608 kasus dengan lebih dari 4,2 juta kasus terkonfirmasi Corona.

Pakistan Laporkan Kenaikan Kasus Positif Tertinggi Sejak Juni 2020

Pakistan mencatatkan rekor baru infeksi dan kematian harian ketika gelombang baru (new wave) ke-3 Covid-19 melanda negara di Kawasan Asia Selatan tersebut.

Tercatat, sebanyak 6.127 kasus positif dan 149 kasus kematian selama 24 jam terakhir di negara tersebut dan menjadi yang tertinggi sejak Juni 2020 silam.

Korban meninggal dunia secara nasional mencapai 16.243 kasus, sedangkan total kasus kumulatif Covid-19 di negara tersebut mencapai 756.285 kasus.

Australia Tak Terburu-Buru Buka Perbatasan Internasional

Pemerintah Australia tak terburu-buru untuk kembali membuka perbatasan internasionalnya dan mempertaruhkan risiko kembali penyebaran Covid-19 di negara yang hampir sepenuhnya bebas dari virus Corona tersebut, ujar Perdana Menteri Australia, Scott Morrison pada Minggu, (18/4/21) waktu setempat.

Australia masih menutup seluruh perbatasan internasional untuk semua non-warga negara dan non-penduduk Australia sejak Maret 2020 dan hanya mengizinkan kedatangan internasional secara terbatas selama beberapa bulan terakhir, yang utamanya diperuntukkan bagi warganya yang kembali dari luar negeri.

Penutupan perbatasan internasional, bersamaan dengan lockdown yang dilakukan secara cepat, contact tracking dan kepatuhan masyarakat yang tinggi menjadikan Australia sebagai salah satu negara yang paling sukses di dunia dalam mengatasi pandemi Covid-19.

Israel Batalkan Syarat Wajib Penggunaan Masker

Israel telah membatalkan persyaratan wajib bagi warganya untuk mengenakan masker di luar ruangan dan membuka kami sekolah secara penuh untuk pertama kalinya setelah lebih dari setahun. Sebagian besar penduduk Israel tercatat telah divaksinasi Covid-19.

Penggunaan masker hanya diwajibkan digunakan di tempat umum di dalam ruangan, ditambah dengan aturan penggunaan masker di luar ruangan ketika melakukan pertemuan besar.

Semua siswa sekolah mulai dari Taman Kanak-Kanak hingga Sekolah Menengah Atas akan kembali melakukan kelas tatap muka secara penuh pada hari Minggu waktu setempat.


[Gambas:Video CNBC]

(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading