Catat! Jarak Vaksin Sinovac 28 Hari, Astrazeneca 12 Minggu

News - Yuni Astutik, CNBC Indonesia
13 April 2021 12:43
Petugas menyuntikkan vaksin Covid-19 kepada penerima vaksin di Senayan City, Jakarta, Rabu (7/4/2021). Senayan City memfasilitasi vaksinasi dosis pertama bagi lansia dan tenaga pengajar yang ditargetkan untuk 500 orang per hari dari tanggal 7-10 April 2021.  (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Juru Bicara Pemerintah dr. Reisa Broto Asmoro mengatakan Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan RI mengeluarkan panduan jarak dosis pertama dan kedua vaksinasi.

"Bahwa jarak dosis pertama dan kedua 28 hari untuk vaksin Coronavac dan Buatan Biofarma. Sedangkan Astrazeneca jaraknya 12 minggu," katanya mengutip keterangannya pada Youtube resmi Sekretariat Presiden di Jakarta, Selasa (12/4/2021).

Dia memastikan, penyesuaian antara dosis pertama dan kedua ini dilakukan agar jadwal lansia dan pelayanan publik bisa disamakan. Adapun terkait efektifitas, menurutnya penyesuaian ini masih bisa memberikan imunitas optimal kepada penerima vaksin.


"Tujuan vaksinasi adalah membangun kekebalan tubuh maksimal dan selama mungkin. Maka penyesuaian ini diterima sebagai penyempurnaan dari penelitian ilmiah yang masih berlangsung sampai saat ini," pungkasnya.

Virus, vaksin dan pandemi, lanjutnya memang hal yang baru. Maka dari itu penyesuaian menjadi hal yang tak bisa dihindarkan. Sementara itu, ilmuwan terus bekerja efektivitas vaksin bisa mencapai titik tertinggi.

Sebagai informasi, berdasarkan data kementerian Kesehatan RI pada Senin (12/4/2021) hingga pukul 12.00 WIB, vaksinasi pertama sudah diberikan kepada 10,2 juta orang atau bertambah 216.216 dalam sehari.

Selanjutnya untuk vaksinasi tahap kedua sudah diberikan kepada 5,3 juta orang. Jumlah orang yang divaksinasi tahap kedua bertambah 210.749 dalam sehari.


[Gambas:Video CNBC]

(yun/yun)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading