BRI Salurkan Kredit Ramah Lingkungan Rp 562 T di 2020

News - Yuni Astutik, CNBC Indonesia
04 April 2021 14:30
BRI berkomitmen ikut berkontribusi mengurangi dampak negatif perubahan iklim melalui penyaluran pembiayaan berbasis nilai lingkungan, sosial dan tata kelola.

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) berkomitmen ikut berkontribusi mengurangi dampak negatif perubahan iklim melalui penyaluran pembiayaan berbasiskan nilai-nilai lingkungan, sosial dan tata kelola (environment, social, and governance/ESG).

Mengutip keterangan tertulis BRI di Jakarta, Minggu (4/4/2021) pembiayaan tersebut khususnya diberikan kepada pelaku usaha yang ramah lingkungan dan tersertifikasi pengelolaan analisis dampak lingkungan (AMDAL).

Berdasarkan Sustainability Report BRI 2020, hingga akhir tahun lalu, BRI telah menyalurkan 63,9% dari total kredit untuk kegiatan usaha berwawasan lingkungan. Secara keseluruhan terdapat kegiatan usaha berkelanjutan terdiri dari 10 jenis menjadi sasaran penyaluran kredit.


Angka 63,9% tersebut setara dengan Rp 562 triliun atau naik 14,1% dibanding tahun lalu yang sebesar Rp 493 triliun. Penyaluran tersebut antara lain untuk UMKM, energi terbarukan, pencegahan dan pengendalian polusi serta pengelolaan sumber daya alam hayati dan penggunaan lahan yang berkelanjutan.

Rinciannya, UMKM sebesar Rp 484 triliun, energi terbarukan Rp 14,6 triliun, pencegahan dan pengendalian polusi Rp 2,3 triliun kemudian transportasi ramah lingkungan Rp 15,5 triliun. Selanjutnya untuk bangunan berwawasan lingkungan Rp 2,9 triliun, pengelolaan sumber daya alam hayati Rp 33,1 triliun, konservasi keanekaragaman hayati darat dan air sebesar Rp 702 miliar.

Ada juga penyaluran kredit untuk pengelolaan air dan limbah berkelanjutan sebesar Rp 685 miliar, Eco-efficient product Rp 7,7 triliun dan terakhir adalah kegiatan usaha berwawasan lingkungan lainnya sebesar Rp 541 miliar.

Selain itu, terdapat usaha kegiatan konservasi keanekaragaman hayati darat dan air, transportasi ramah lingkungan, pengelolaan air dan air limbah yang berkelanjutan, eco-efficient, bangunan berwawasan lingkungan, dan kegiatan usaha berwawasan lingkungan lainnya.

Direktur Utama BRI Sunarso mengatakan, selain berkontribusi melalui penyaluran pembiayaan kepada debitur ramah lingkungan dan proyek-proyek berwawasan ESG, BRI juga terlibat dalam aksi pengurangan emisi gas rumah kaca. Sepanjang 2020, intensitas emisi per pekerja sebesar 4.765,52 Kg CO2 eq/pekerja atau menurun 11,8% dari periode sebelumnya.

Perusahaan juga mendukung aksi pengurangan dampak perubahan iklim dengan menggencarkan digitalisasi layanan sepanjang 2020. Kenaikan volume transaksi elektronik pada tahun lalu membuat emisi gas rumah kaca yang timbul berkurang, karena nasabah kini tak perlu repot bepergian ke kantor BRI terdekat untuk mendapatkan layanan transaksi keuangan.

Tahun lalu setidaknya ada 25,92 juta pengguna layanan elektronik internet banking BRI. Pada saat yang sama, ada 29,03 juta nasabah yang menggunakan layanan perbankan melalui mobile banking milik BRI. Jika ditotal, potensi penurunan emisi yang muncul dari digitalisasi BRI mencapai 412.400.385,28 kg CO2 eq per tahun lalu.

Patut diingat, BRI merupakan perusahaan pertama yang menerbitkan sustainability bond di Indonesia pada 2019. Obligasi berwawasan lingkungan dan sosial yang dikeluarkan BRI itu bernilai US$ 500 juta. Penerbitan sustainability bond ini membuktikan komitmen BRI untuk semakin memperbesar pembiayaan bagi pelaku usaha yang ramah lingkungan dan berwawasan ESG ke depannya.

"Resiliensi perubahan iklim merupakan salah satu prioritas BRI bersamaan dengan integrasi aspek lingkungan, sosial, tata kelola, dan ekonomi. Dengan komitmen yang dijaga terus menerus, BRI percaya penurunan emisi internal dan nasional akan dapat terwujud sebagai bentuk usaha menghadapi perubahan iklim dan sebagai bentuk dukungan terhadap pencapaian tujuan pembangunan global (SDGs) ke-13 Penanganan Perubahan Iklim," tutup Sunarso.


[Gambas:Video CNBC]

(yun/yun)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading