Resmi! GIC Singapura Genggam 9,12% Saham Bank Jago

News - dob, CNBC Indonesia
29 March 2021 17:45
Konferensi Pers Bank Jago, Jumat 18 Desember 2020/Syahrizal Sidik/CNBC

Jakarta, CNBC Indonesia- Dana abadi atau Sovereign Wealth Fund asal Singapura GIC Private Limited resmi menggengam 9,12% saham PT Bank Jago Tbk (ARTO). Hal ini dilakukan melalui skema rights issue yang selesai pada petengahan bulan ini.

Berdasarkan Keterbukaan Informasi di Bursa GIC tercatat memiliki 1,26 miliar saham ARTO dan menjadi pemegang saham terbesar keempat. Total dana yang dirogoh GIC mencapai Rp 3 triliun untuk mengeksekusi rights issue di harga Rp 2.350

Setelah rights issue ini kepemilikan PT Metamorfosis Ekosistem Indonesia (MEI) menjadi 29,81% dari sebelumnya 37,65%. MEI merupakan perusahaan yang digunakan oleh bankir senior Jerry Ng untuk mengendalikan ARTO.


Berikutnya, PT Dompet Karya Anak Bangsa atau dikenal sebagai Gopay mengendalikan 21,41% saham ARTO dan Wealth Track Technology Limited (WTT) sebesar 11,69%.

Sebelumnya, pemegang saham pengendali emiten bank digital ARTO, MEI dan WTT, menambah kepemilikan saham perseroan tapi persentase kepemilikan menyusut atau terdilusi.

Dalam pengumuman yang disampaikan Direktur PT Metamorfosis Ekosistem Indonesia (MEI), Anika Faisal, MEI membeli sebanyak 42,60 juta saham Bank Jago di harga Rp 2.350 per saham. Nilai transaksi ini mencapai Rp 100,11 miliar dan telah dilaksanakan pada 12 Maret 2021. "Tujuan dari transaksi untuk investasi dengan status kepemilikan langsung," kata Anika Faisal, dalam keterangan resmi, Kamis (25/3/2021).

MEI adalah perusahaan yang didirikan oleh bankir senior Jerry Ng. Dengan pembelian saham ini, maka, persentase kepemilikan saham MEI di Bank Jago bertambah menjadi 4.129.978.125 saham atau setara 29,81% dari sebelumnya sebanyak 4.087.378.125 saham atau 37,65%.

Tidak hanya Jerry Ng yang menambah kepemilikan saham ARTO, pemegang saham pengendali perseroan, Wealth Track Technology (WTT) Limited juga melakukan pembelian sebanyak 170 juta saham di harga Rp 2.350 per saham. Transaksi ini dilaksanakan pada 12 Maret 2021 senilai Rp 399,50 miliar.

"Tujuan dari transaksi untuk pelaksanaan HMETD ARTO dengan status kepemilikan saham langsung," kata Direktur WTT, Sugito Walujo.


[Gambas:Video CNBC]

(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading