(CNBC Indonesia/Andrean Kristianto),
CNBC Indonesia
29 March 2021 16:20
Akibat kebakaran tersebut sedikitnya 20 orang terluka dan 500 warga yang tinggal di dekat lokasi terpaksa mengungsi.
Foto udara kepulan asap hitam akibat kebakaran tangki minyak milik Pertamina RU VI Balongan, Indramayu, Jawa Barat, Senin (29/3/2021). Akibat kebakaran tersebut sedikitnya 20 orang terluka dan 500 warga yang tinggal di dekat lokasi terpaksa mengungsi. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)
Warga Balongan diminta pindah ke dua pusat evakuasi saat kobaran api berkobar di Kilang Pertamina Balongan. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)
Kebakaran melanda kilang Pertamina Balongan di Indramayu, Jawa Barat, Senin (29/3/2021). Kebakaran terjadi sejak pukul 00.45 dini hari. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)
Empat warga dirawat karena luka bakar di RSUD Indramayu. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)
Hingga pukul 15.20 wib kepulan asap tebal masih terlihat. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)
Kebakaran tersebut menyedot perhatian warga yang melintas di luar area. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)
Pertamina juga telah mengevakuasi sementara warga di sekitar kilang. Pertamina dilaporkan merelokasi warga keke Pendopo Kabupaten Indramayu dan sebagian ke Islamic Center Indramayu. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)
Kejadian kebakaran kilang minyak Balongan terjadi di tangki berkode T301G. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)
Mengenai penyebab kejadian, Pertamina belum dapat memastikannya namun pada saat kejadian diketahui sedang turun hujan deras disertai petir. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)
PT Pertamina (Persero) mencatat kehilangan produksi sebesar 400.000 barel atas insiden meledaknya tanki Bahan Bakar Minyak (BBM) di area Kilang Balongan (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)
PT Pertamina (Persero) Refinery Unit (RU) VI Balongan merupakan kilang keenam dari tujuh kilang Direktorat Pengolahan PT Pertamina (Persero) dengan kegiatan bisnis utamanya adalah mengolah minyak mentah (Crude Oil) menjadi produk-produk BBM (Bahan Bakar Minyak), Non BBM dan Petrokimia (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)