Presiden Joko Widodo meresmikan terminal Bandara Kuabang di Halmahera Utara, Rabu (24/3). Hal ini menambah daftar bandara-bandara yang mengalami pemugaran. (Foto: Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presiden)
Setidaknya Indonesia sudah punya 27 bandara internasional dan 264 bandara domestik sampai 2016 lalu. (Foto: Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presiden)
Mengutip akun Instagram @kemenhub151, Pertama dari lokasi, di pengembangan bandara Kuabang menarik dan berpotensial karena letaknya sangat strategis dengan Sofifi, Ibu Kota provinsi Maluku Utara yang berjarak 85 kilometer. (Foto: Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presiden)
Kedua aman dari letusan Gunung Gamalama dan Gunung Dukono hingga dapat menjadi bandara alternatif selain bandara penumpang saat ini Sultan Babullah. (Biro Setpres RI)
Melihat bandara Sultan Babullah sangat dekat dengan Gunung Gamalama dan Gunung Dukono yang masih sangat aktif, sehingga sering terganggu operasional penerbangan karena letusan kedua gunung itu. (Biro Setpres RI)
Ketiga, Bandara Kuabang juga akan menjadi salah satu pintu masuk jalur udara, sehingga membuka aksesibilitas dan konektivitas dari dan menuju Kabupaten Halmahera Utara. (Biro Setpres RI)
Diharapkan bandara ini juga dapat mendukung perekonomian setempat, karena melayani penerbangan penumpang maupun barang. Juga mendukung pengembangan potensi pertambangan emas di Gosowong yang dikelola PT Nusa Halmahera Minerals.g (Biro Setpres RI)
Menteri perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan selain penerbangan carter, mulai pekan depan akan ada penerbangan komersil dari dan Kuabang - Manado. Diharapkan bisa meningkat dua kali seminggu pada bulan depan.(Tangkapan Layar Youtube/Sekretariat Presiden)
Saat ini terminal baru penumpang Bandara Kuabang yang dibangun melalui anggaran APBN sekitar Rp 50,82 Miliar ini memiliki luas 3.500 m2 yang dapat menampung hingga 160.000 penumpang per tahun. Bandara ini juga memiliki landasan hubung (taxiway) 100m x 23m dan landasan parkir (apron) 157m x 72m, yang mampu menampung sebanyak 3 pesawat jenis ATR dan 1 (satu) pesawat boeing. (Biro Setpres RI)